Sunday, January 24, 2016

Uh.

Aku ditimpuk batu
oleh seorang tukang kayu,
uh.

Lemariku habis dilahap
oleh sekumpulan rayap,
uh.

Perhiasanku dirampas
oleh segerombol monyet buas,
uh.

Karyaku diplagiat,
oleh sejumlah tukang pahat,
uh.

Uh begini, uh begitu.
Dunia kerap salah
Di mata manusia yang
terus mengeluh

Karena memang ialah yang paling benar;
benar-benar tidak sabar.

Seolah sempurna adalah tolak ukur
untuk tetap bersyukur.

Seakan yang ada sekarang
adalah hal yang begitu kurang,

uh.

Sunday, January 10, 2016

Review Abal-Abal #3: Happy Birthday, Jeanne!

Ada pepatah ngomong,

"Janganlah dikau kapok melakukan suatu hal walaupun kelihatannya anda seperti tidak tahu diri."

Iya, yang ngomong pepatahnya adalah gue di masa depan.
Emang rayap doang yang bisa makan kayu? Manusia juga bisa!


#GAKTAHUDIRI 

Kemarin gue makan cantik di Social House, restoran nge-hits yang ada di sebelah timur Mall yang menurut gue besaaaaaaaaaaar sekali. Tentunya, pada kesempatan yang berharga ini, gue ditraktir teman gue karena dia baru saja bertambah tua dan legal untuk bisa melakukan...itu.

Itu lho, nyetir mobil. Kan udah boleh tuhhhhhhh hehehehehehehehehe.

Sebelum ke Social House, gue lenggak-lenggok dulu di rumah berhubung teman gue satu-satunya (dan dibayar) itu, Yessica mau mampir ke rumah gue dulu.

Dia bilang sih mau ke rumah gue pagian. Tapi, jadinya malah siangan gara-gara balada sol sepatunya yang copot itu. Kasihan sekali dia minta ditangisin.

DAN JUGA, kebetulan dia pake semacam wedges (?). Gara-gara sol sepatunya lepas, dia jadi harus jalan macem kangguru keseleo, kagak seimbang. Alhasil, tuh anak digoda sama abang-abang deket stasiun.

"NENG, ITU SEPATUNYA DILEM ATUH!"
"Neng itu sol sepatunya dikiloin kayaknya laku."
"YAH MALU DIA TUH LIAT MUKANYA MERAAAH KAYAK TOMAT UDAH MAU BUSUK."

Untungnya, dia sampai di sarang gue dengan selamat.

Dan untungnya juga, paman gue punya lem FOX yang warna kuning lengket mirip pinggiran keju di pizza (Ya, gue sebuta itu). Begitu dia sampai di rumah gue, sepatunya sudah selamat karena dilem. Walaupun itu sepatu malah jadi nggak berbentuk.

Memang lem paling berkualitas adalah lem biru, bro.

Lalu, dengan terburu-buru, kita berdua naik busway ke sana.

Saking gedenya itu Mall, kita hampir nyasar.

CK Ck ck.

Ketika sampai di restoran itu, gue menengok ke sajian menunya. Dan gue nggak bisa bayangin semua hal yang tertera di sana.

"Fettucini with creamy sauce and three cute cucumbers and whatelse i don even kno just go ask the chef ok bye"

Karena gue nggak ngerti apa-apa (terus, gue belom makan, gue laper banget waktu itu, gue harus mengira-ngira yang mana yang tepat buat mengisi tong isi naga, belut, harimau piaraan.), gue pesen nasi goreng. Iye, pret rais.

"Kimchi fried rice with pork and the gang yo."

Kira-kira tampilannya gini:

Iye, enak kok.
Ef Wai Ai, makanan gue dateng paling lama. Tapi, yang gue suka adalah pelayannya perhatian banget!!!!

"Dek, makanannya belom dateng ya? Kamu pesan apa?"
"Saya pesan nasgor, Mas."
"Oh, bentar ya saya tanyakan dulu."

Akhirnya, mas-masnya balik dan bilang, 'Saya udah tanyain, katanya emang lama. Tunggu bentar, ya."

ASTAGA, PERHATIAN BANGET KAYAK COWOK IDAMAN OMGOMG. YANG MAU PUNYA PACAR LANGSUNG AJA KE SANA GILE PELAYANNYA PENYAYANG PLUS PERHATIAN BANGET COY KYAKYAKYAAAA!!

Yang bikin lebih seneng adalah, gue dipanggil 'Dek'.

ASTAGAAAAAAAAAAA!!!!

Biasanya, gue dipanggil 'Ibu' soalnya. Shialan memang. Beranak aja belom, mas.
Kamu mau mas jadi ayah dari anak-anakku?

#napsu #janganditiru

Oh, ya tadi gue mau ngereview nasgornya Social House. Gue kurang minum aqua ya kayaknya.

Kalo orang yang laper banget dan butuh asupan gizi yang tinggi, mungkin gue nggak bakal saranin lo ke sini. Mungkin, gue lebih saranin kalian ke Krendang atau Jemabatan 5, karena porsinya jauh lebih banyak.

Tapi, kalo lidah lo lidah Ratu Elisabeth gue saranin banget lo ke sini. Tempatnya cozy, keren, fancy, banyak spot buat foto ala-ala instagram (yah dapet lah 100 likes), musiknya enak, mas-masnya perhatian, beh. This place got it all!

Makanannya sih standart, kayak pasta, dada ayam goreng (fried chicken breast), nasgor, babi panggang (grilled pork belly), dan masih banyak lagi!

Ngomong-ngomong, nasi gorengnya ada taste Koreannya gitu. Ditulisnya sih kimchi fried rice, cuma gue juga nggak ngerti rasa kimchi itu yang sebenarnya gimana, jadi ya bagi gue rasanya sama kayak reguler nasi goreng, cuma warna nasinya nggak coklat tapi mungkin agak merah kali ya. Apa gue buta.

Selain makanan, ada juga minuman namanya Homemade Grandma Ice Lemon Tea.

Kalo yang suka baper, mungkin bakal mewek karena inget neneknya. Jadi, mungkin Social House agak kurang tepat buat orang-orang baper.

Iye, emang lupa dicrop gambarnye.
 KETERANGAN:
Kuning-kuning a.k.a lemon melambangkan infinity yang artinya tiada berujung. (Iye, emang pas banget sama minumannya yang diminum berapa kali sedotpun kagak abis-abis.)
Coklat muda a.k.a kayu jati  tebu yang artinya perjalanan masih panjang dalam menghabisi minuman ini.
Coklat agak tua a.k.a teh artinya terkadang, perjalanan itu ada encer-kentalnya. Iye, persis minuman ini. Kadang diisepnya gampang, kadang diisepnya seret.
Hijau a.k.a daun mint artinya petualangan pasti nggak memberikan kita satu rasa doang. Kayak daun mint yang pedes dimulut, tapi bikin seger.
Putih artinya suci. (Gue nggak tau itu apaan, sumpah.) putih kental gitu. hiii.

BTW TEBUNYA ENAK LHO.

rate: 8/8.5

HUAHAHAHAHA

Minumannya cocok banget buat elo - elo pada yang nggak mau rugi kalo pesen sesuatu.

KARENA BANYAK BENER BUSet DAh.

Setelah selesai makan, akhirnya kita pada foto-foto dan potong kue.

CAPTURED MOMENT: click HERE

Pas potong kue, mas-masnya juga sweet lho. Mereka dateng bawa kue+nyanyi happy birthday to you gitu. Suara gue cempreng bener, makanya gue nggak berani taro suara gue di video di atas. HAHAHAHAAHAHha.

Dari situ gue tau kalau passion gue kayaknya dinyanyi.

Tunggu, tunggu. Kayaknya ada yang salah, deh.

Bodo amat.
Btw, ini foto-foto kemaren:

Iya, Jen seneng kok.

Jeanne: Woi, temenin gue tepuk tangan dong! 
Lantainya adem, guys.

Yang duduk calon pengganti Ratu Elisabeth

Carissa (tengah): Lo terlalu girang, Lin.

Ailin: Yaudah, gue cembetut aja.
Carissa: *tetep frustrasi*

Gue mesum otomatis.

Ailin: Jen, kumohon terimalah cintaku.
Jeanne: WOI! SATPOL PP! 

SEMBAH JEANNE!!!

Ketahuan dong yang paling feminim yang mana.

Makanin kayu karena enak

Gue paling girang.

17 tahunan bawa botol tupperware? Cuma Jeanne orangnya!

WOI KENAPA YANG KAKINYA GITU CUMA GUE BERTIGA WOI
HAPPY BIRTHDAY JEANNE! MAKASIH LHO TRAKTIRANNYA MUAH!

Qu Cinta Gratisan,
Theniarti Ailin

Wednesday, January 6, 2016

RANDOM CONVO WITH RANDOM KONCO

Gue akan memberi tahu kalian 1 hal menakutkan dan sedikit mengagetkan. (Yang punya penyakit jantung, kanker paru-paru, alergi boraks serta cacar air, mending keluar dari blog ini sekarang juga sebelum penyakit anda bertambah parah, atau jika anda punya harapan untuk sembuh, teruslah membaca.)

Oke, kalian siap?

Siapkah kau 'tuk jatuh cinta lagi? ~ #salahfokus

HARI INI ADALAH HARI PERTAMA SEKOLAH SETELAH LIBURAN NATAL-TAHUN BARU YANG AGAK SEDIKIT PANJANG (ANJRIT, CUMA 2 MINGGU.)

Sialan.

Kita sama-sama tahu bahwa adaptasi untuk sekolah seperti biasa setelah liburan yang amat agak sedikit panjang adalah hal yang paling menyebalkan daripada nasi keras. Apalagi, hari pertama langsung belajar seperti biasa tanpa embel-embel perkenalan dan pulang pagi lebih dulu.

Kita sama-sama tahu bahwa itu melakukan tindakan semacam itu kepada murid-murid SMA unyu adalah perbuatan yang agak taboo.

Kita sama-sama tahu bahwa kita sama-sama ragu, tapi ada-ada saja yang membuatku yakin padamu. ~ #salahfokusjilid2 #gagalmoveon

Tapi, mau diapain juga sekolah nggak bakal peka sama kode murid yang pengennya pulang pagi pas hari pertama.

Kalo diibaratkan sama cowok dan cewek, mungkin guru-guru itu ceweknya, murid-murid itu cowoknya, yayasan itu ortu dari si cewek. Intinya, sekolah tergabung antara orang yayasan dan guru-guru di mana mereka ada di kubu cewek, dengan kata lain, THEY'RE ALWAYS RIGHT. Sedangkan murid-murid? Ye ileh, ngikut aje kite mah.

Seperti yang kalian tidak tahu, gue setiap hari pulang dianterin sama orang paling setia yang pernah gue kenal di mana dia akan selalu menunggu gue dengan keringat yang membasahi lehernya di perempatan jalan toko tiga.

Sayangnya, di udah beristri. Mungkin kalo dia om-om yang biasa main kasino, gue mau pacarin. Kelihantannya, dia lebih jago main bekel. Gue alergi biji bekel, bisa bikil gatel, sih.

Omong-omong, angkot yang gue naikin itu angkot nomor.... (ada, deh.) #KayakAdaYangMauTahuAjaLin

Kalian pernah naik angkot, gak? Kalo misalnya pernah, biasanya duduk di mana? Kalo gue sih, tergantung sama emak-emak yang ada di sana. Kalo gue disuruh geser sampe ke ujung, ya gue nurut. Kalo dia suruh gue lebih baik duduk di atas, gue juga nurut, lagian di sana adem dan gak perlu desak-desakan. Kalian bisa menguasai oksigen semau kalian di sana! HAHAHAHAHAHAHA.

Emang sih, sekarang banyak issue-issue tertentu yang bikin naik angkot jadi sesuatu yang menyeramkan dan me-naboo-kan, gara-gara ada banyak pemerkosaan (jiwa), perampasan (ingatan masa lalu), serta kadang suka terjadi penculikan (hati) di angkot. Bukannya masuk koran, malah masuk jadi salah satu cerita di official Line@ account, di mana pemerkosa, perampas, dan penculik serta yang diperkosa, yang dirampas, dan diculik tidak melapor polisi atas pelecehan yang mereka terima, tapi malah jadi saling sayang. Uh.

Gue rasa gue lagi nge-lag. Firasat gue, mulai basah, nih. (Kepala gue maksudnya, basah gara-gara keringet.)

Oke, lanjoot.

Gue sih saranin kalian buat jangan sendirian kalo naik angkot. Kalo misalnya emang ada temen yang kebetulan naik angkot yang sama, ya kalian bareng aja. Siapa tahu nanti naik pelaminannya juga bareng. UUUUUUh.

Gue sendiri biasanya naik angkot sama temen gue. Sayangnya, dia sesama jenis. Orangnya yang kemarin yang nulis cerita saiko itu. (Astaga, kelihatan dah temen gue cuma dia doang. Itupun bayaran. Hadeh. Bayaran dia kemaren udah masuk belom, ya?)

OKE, FOKUS.

Kebetulan, tadi kami punya percakapan menarik yang bisa gue bagi di sini. (Sekalian, gue mau nanya pertanyaan penting yang mungkin akan mengubah hidup gue.) Dan ini semua berawal dari:

Waktu SMP, guru Bahasa Indonesia gue (BTW DIA MIRIP VIN DIESEL, sama-sama botak.) pernah bilang kalo misalnya:

"Kalian itu kalau mau pacaran pertama kali cocoknya jangan sekarang. Waktu SMA paling pas. Selain belajar menghargai pasangan, mental kalian juga diuji. Khususnya yang cowok."

Setelah pak guru ngomong begitu, (waktu SMP) gue jadi berniat buat pacaran pas SMA.

Sekarang gue udah SMA.

Apa yang terjadi?

Setelah tahu kalau bisa aja apa yang selama kita pikir rasa suka itu cuma sekadar penasaran doang, gue jadi sangsi sama diri gue tiap ngelirik ada yang baik, ganteng, serta anak pemilik perusahaan genteng. Gue bahkan nggak kepikiran sama sekali buat melepas status jomblo gue yang berharga ini sekarang. Gue dan teman gue satu itu juga tahu kalau SMA cuma hadir sekali dalam lingkaran kehidupan kita, dan setahun lagi kami bakal lulus. Mungkin tanpa pengalaman percintaan sama sekali.

Lalu, apa karena nggak pernah pacaran kita bakal jadi perawan tua yang nggak tahu caranya bergaul sama cowok? Astaga, itu lebih serem dari ketelak nasi keras.

Setelah itu, gue yang anaknya penuh antisipasi akan segala sesuatu bertanya, "Jadi biarawati gaul tuh boleh nggak, sih? Maksudnya tuh, yang bener-bener gaul. Yang tahu artis zaman sekarang, yang kalo ngomong pake gue-elu, yang mungkin nonton stand-up comedy, yang tahu cara main Instagram, Path yang bener. Pokoknya, nggak gaptek."

Iya, gue antisipasi mau jadi biarawati aja, daripada jadi perawan tua. Heleh.

Terus teman gue membalas, "Dosa lu kebanyakan buat jadi biarawati."

Sialan. Pupus sudah antisipasi gue.

TAPI GUE BENERAN PENASARAN.


Penuh rasa penasaran,

Theniarti Ailin

Sunday, January 3, 2016

Keluhan Hati Nyamuk di 2016

Met aoen bawrue, yea.
.
.
.
.
.

Mowega panjuang oemoer. Eyat eyayu iyah!,.
.
.
.
.
Dah.

Nissin wafer enak juga lho.

ANYWAY, hey!

Bagaimana tahun baruan kalian?
Gimana resolusi tahun 2015 kemarin? Apakah berhasil?
Rapot gimana rapot?
Kalo jodoh, kalo jodoh? Gimana? Dapet, nggak?
Kawin, kawin? Kapan kamu kawin?

Oke, gue terdengar seperti mami-mami kebelet punya cucu.

Mami-mami tuh paling suka ngomel kalo anaknya digigit nyamuk. Apalagi, kalo cucunya punya kulit pinky-pinky tumbrlish gitu, pasti mereka bilang kalo cucunya digigit nyamuk, terus ngomel deh ke anaknya, abis itu dia mulai cerita, "Mami tuh dulu nggak pernah lho biarin kamu sampe kegigit nyamuk demi kulit kamu biar gak merah-merah. Terus sekarang kamu malah kawin sama vampir!? Liat tuh anak kamu! Kulitnya jadi pucet pink-pink gitu! Mau jadi apa dia? Mau kamu kawinin sama serigala, hah?!"

Sorry, kawin sama serigala/vampir tampaknya sedang tren tahun 2015 kemaren.

Eh, tapi fokus dulu. Ada 1 lagi yang ngetren juga. Tren jadi nyamuk.

Bukan, bukan tren nusukin kulit-kulit manusia di Mall atau pasar sambil ngisep darahnya. Tapi, nyamuk yang itu lho. Yang itu lho... tau, kan? EHEHEHEHE.

Biasanya 'nyamuk' ini selalu ada ketika ada pasangan yang lagi ngedate. Entah untuk foto-fotoin pasangan ini, ataupun supaya pasangan ini tidak terlihat terlalu mesrah di depan umum, jadi kamuflase gitu.

Memang, 'nyamuk' ini terdengar kasihan sekali. Gue nggak habis pikir. Mereka ini bodoh atau gimana, sih? Kenapa mereka mau diperbudak oleh pasangan-pasangan mesra? Ckckckck.

Astaga, gue kok kayak ngomongin diri gue sendiri? Ckckck, gue nggak habis pikir.

Balik lagi soal nyamuk, kenapa sih 'nyamuk' ini disebut nyamuk? Padahal, para 'nyamuk' ini nggak sepenuhnya kayak nyamuk yang kerjaanya ngisep darah dan ganggu manusia, kok. They're pretty useful. 

Jadi, gue, sebagai perwakilan dari 'nyamuk-nyamuk yang hatinya berkecamuk butuh dipeluk namun terlalu lapuk' ingin berorasi.

Silahkan menikmati orasi gue. Semoga Soekarno yang mungkin lagi nge-scroll IG atau nge-check kompas dot com nggak malah nyasar baca blog gue dan meringis tentang anak-anak muda zaman sekarang.

Jeng. Jengggggg. Jeng.

Jakarta, pas tahun baruan, berisik, banyak kembang api,
Dengan hormat, 

NNGEIIIIIIIIIIINNNTTTTTTTTTT. Saudara-saudara! Sebangsa dan seperantauan! Bagaimana NGIIIIIIIIIIIIITTTTTTT kabar anda semua?!?! NGEEEITTTTTTTTTTTTTTTTTTTTT. 

Pertama-tama NGEEEEEEEIIIIIIIITTT, saya ucapkan terima kasih kepada rekan NGEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEIIIIIIIIIITT nyamuk saya di luar sana yang merasakan perasaan hampa seperti saya NGEEEEEEEEEEEEEEEEEIIIT serta diharapkan jika para pasangan yang mampir di sini akhirnya bisa mengerti perasaan kami setelah membaca hal ini. DASAR!!! KALIAN TIDAK TAHU DIRI!!! BAYAR HUTANG NGEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEIIIIT KALIAN!!! DOMPET KAMI TERKIKIS!!

Maafkan saya yang sedang terbakar emosi. Jiwa saya berapi-api. SHIAL!! SARANG NYAMUK SAYA DIBAKAAAAAAR!!!!! 

Oke, saya percepat saja surat saya ini. NGEEEEEEEEEEEEEEEEEEEITTT. Saya ingin bilang bahwa. NGEIIIIIIIIIIIIIIITTTT, tolong, jika kalian para pasangan membawa kami sebagai nyamuk ngedate anda, bayarin makan. Tanggung jawab atas raga kami yang lapar, jiwa kami yang haus. Kalau perlu carikan jodoh yang mapan, rajin, pandai, anak CEO perusahaan properti, ya pokoknya gitulah.

AAAAAAAHHHHHH SARANG NYAMUK SAYA SUDAH HABIS. SAYA PERGI DULU, YA. SAMPAI JUMPA DI LAIN WAKTU. MET TAHOEN BARU. WAAAAARGHHH!!!


                                                                                                                              Penuh cinta,
                                                                                                                              Nyamuk.

Hehehe. Buat yang sering gue nyamukin, jangan tersinggung ya bacanya. Gue hanya membagi perasaan gue jadi nyamuk. HIKSSSSS! Tapi, gue seneng kok jadi nyamuk. Walaupun dicuekin, gue jadi bisa belajar. Belajar buat... bedain mana restoran yang murah tapi uenak, mana yang mahalnya ngadjobilah tapi porsinya buat kasih makan semut api.

Jadi, terima kasih sudah menjadikan gue nyamuk kalian!

BUT, REMEMBER. TAKE A NOTE:
THIRD WHEEL DOESN'T NEED TO PAY THE BILL.
SO, ONCE YOU INVITE, THEN TREAT US AT LEAST IN AMERICAN GRILL.

*kasih senyuman penuh kepuasan akan kejahatan*

Salam NGEEEEEEEEEEEEEEEEEEEIIIIIT,
Theniarti Ailin

Thursday, December 31, 2015

Review Abal-Abal #2

Kalian tahu apa?

Gue sekarang tuh punya 
P
A
C
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
K
Coi.

Iya, packcoi. 

Apa sih, Lin?!?

Barusan, gue search di google "TIPS BAPER" dan gue shock blogpost gue tempo hari yang gue tulis di saat tengah malam itu ada di laman pertama google.

Ya, gue shock berat. 

Gue ini anaknya emang suka pamer dan lebay, tapi bodo amat apa kata orang. Karena, mereka tidak lebih dari gue yang pinter amat.

Ya, gue emang gitu anaknya,

imut. 

Jadi, gue mau terima kasih ke orang-orang yang udah meluangkan waktu cuma buat baca tips baper dari gue yang jelas-jelas (gak) jitu sama sekali. Makasih! 

*hormat kepada senpai-senpai*

Btw, yang merah-merah itu ceritanya cap bibir.
Yang kuning-kuning itu bintang yang bersinar. (bukan tokay ngambang)

ANYWAY, 2016 udah mau mulai dan gue masih tidak bertumbuh besar (tingginya) dan bulat (matanya). Padahal, gue udah makan banyak wortel, kentang goreng, dan diet coke. Gue memang calon nutrisionis yang baik. Hehehe.

#dontjudgemeguys #justsaying #nohatepls #sparelove #lovewins 

ANYWAY, gue kemarin baru aja nonton film Single (check trailernya, nonton filmnya! #promosiinfilmorang #kaliajanantidisuruhsyuting #filmsinglekedua), yang baru dirilis 17 Desember lalu. Gue nonton di salah satu Mall termahal di Jakarta. Selain mahal, mall-nya juga gede. Sampe ada barat sama timur segala. Bioskopnya pun bisa dipake buat foto-foto OOTD, bro.
Noh mantep kan
Iye, ngambil di google
Ya, tebak sendiri ya gue nonton di mana! :p

Karena gue anaknya nggak pernah bener kalo "pakai baju", jadi gue nggak pernah yang namanya foto OOTD. Kalau ke Mall, gue pakai pakaian macem gembel. Kaos + Jeans belel + Crocs + Ransel yang gue bopong di punggung. Kalo nggak kayak gitu, gue pake rok selutut + kaos rombeng + sneakers + ransel. Gue sebenarnya mengharapkan sesuatu yang 'hipster abis' tapi jadinya malah 'lah kok autis'. Ya, kecewekan gue emang kadang diragukan. Tapi, gue beneran cewek kok!

Oke, sebelumnya gue mau bilang sesuatu yang penting. Jadi, gue nonton film SINGLE  dengan 2 sepasang kekasih dan 2 ORANG SINGLE. 

Dan 2 ORANG SINGLE tersebut duduk di tengah-tengah 2 pasang kekasih saat menonton film SINGLE. Ya, bodo amat, gue emang alay.
Silahkan tebak sendiri yang mana yang masih single.

Duduk di restoran, nggak beli apa-apa. Dan kami senang. #yOlOcoy
Sebelum nonton, kita berenam lapar dan akhirnya memutuskan buat makan di salah satu restoran Jepang di sana, yang nama restorannya agak jorok itu. Ada tei-teinya. 

Di sana, gue memesan makanan yang meunurt gue rasanya... hm, kalian nilai sendiri ya bagaimana rasanya. Berikut tampilannya:

Oyako Ju!
KETERANGAN:
Hitam dan merah adalah motif mangkoknya.
Warna coklat melambangkan keempukan ayam-ayamnya.
Warna hijau entah apa gue juga nggak ngerti, tapi tetep gue makan.
Kuing artinya telor.

Menurut gue rasanya kayak nasi sama ayam sama telor ceplok biasa. Lo bisa bikin ini sendiri, dengan porsi yang lebih banyak tentunya! Gue saranin sih lo ke restoran ini, dan tanya langsung sama chefnya bahan dan step-stepnya apa aja. Biar lebih mirip rasanya! Mantap, bro!

Udah gitu, gue disuruh ambilin sashimi dari sushi bar. Gue nungguin di pinggiran lamaaaa banget sashiminya kagak muncul-muncul, udah kayak nungguin jodoh sama angkot dah. Akhirnya gue minta mas-mas (ganteng) ambilin tuh sushi.

Oh ya, sushinya juga ukurannya terbilang agak mini dengan harga yang mega. Jadi, agak kurang puas gimana gitu makannya. Hehehe.

Sotoy lo, Lin!!!!

Oke, lanjut. Balik lagi ke film Single tadi, gue pengen menceritakan pengalaman gue nonton itu.

Filmnya bergenre Comedy, seperti biasa yang emang udah bidangnya om Raditya Dika. Yang bikin filmnya sama kayak film om yang lain adalah, peran om sama-sama nggak berani ngomong sama cewek. Nerpeous. Terus selalu dibantu sama temen-temen yang sarannya yang ngaco. Tapi, serunya sih di situ. Di tiap film, karakter temen-temen om itu beda-beda. Bikin film om jadi unik.

Kayak di film ini, ada Victor sama Wawan. Yang satu takut setan, yang satu takut ngelepas ceweknya. Terus peran abang yang takut sama cewek. Kalian bertiga punya tiga kesamaan, takut. Walaupun objeknya beda-beda, menurut gue hal-hal sepele kayak gitu yang bikin kalian saling melengkapi satu sama lain.

Nggak hanya itu aja, film ini juga terlalu nyata buat gue. Selama nonton, hati gue selalu menunjukan tanda-tanda kayak, "AAAAGH! RELATABLE!!!!" Misalnya di scene-scene terakhir si om ada bilang kalo, "..sebego-begonya lo, harus bisa bedain rasa suka sama penasaran doang." 
Di situ, gue mikir keras. Apa selama ini gue cuma penasaran aja? Gimana cara bedainnya? Gue yakin nggak cuma gue doang yang punya pertanyaan-pertanyaan semacam itu.

Ada juga pertanyaan yang mengalir terus sepanjang film, kayak gini misalnya:

"Mending mana? Jadi single tapi bebas atau punya cewek tapi dikekang?"
"Mending mana? Jadi single tapi bebas atau punya cewek hasil dijodohin ortu?"

Pertanyaan-pertanyaan kayak gitu bikin gue jadi merenung. Jadi single, bebas, no rules. Tapi, sendirian. Pacaran, enak berduaan, tapi kalo nggak bebas? Masing-masing punya kekurangan dan kelebihan yang dijadiin bahan dilemma nggak hanya buat mereka bertiga, tapi juga buat para penonton.

Scene favorit gue sih pas si om mau minta maaf sama kedua temen-temennya ketika mereka abis marahan. Entah kenapa, cara minta maaf si om bener-bener out of the box!

Sekian review abal-abal kali ini, gue harap gue nggak sok-sokan ngerewiew ngereview lagi. Amin


Salam Single Satu Suro,
Theniarti Ailin

Monday, December 28, 2015

Pertemuan Pertama

HAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHHAHAHAHHAHAHHAHAHHHHHHHHHHHHHHHHHHAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA.

Apaan sih, Lin.

Ngomong-ngomong, gue pengen ganti theme blog gue, nih. Yang ini terlalu girly. Doeh.

Pengen ganti jadi yang gothic, gue anaknya imut.
Pengen ganti jadi yang vintage, 6u3 anXnY tRlL4Lu ga0L.
Pengen ganti jadi yang lovey dovey, jomblo.
Pengen ganti jadi yang ada kucing cute sama anjing cute, entar berantem.
Pengen ganti jadi dinosaurus, entar gue dimakan.
Pengen ganti jadi daon-daonan, ntar blog gue jadi utan.
Pengen satuin aku sama kamu, eh kamu sukanya sama dia.

Eh, salah.

ANYWAY, gue gagal nulis blog sebulan 4 kali. ANYWAY lagi, gue suka martabak. Kirimin dong.

Oke, semakin tua, gue semakin suka ngelag otaknya. Apa sih mau otak ini?!?! Apa harus kupecahkan gelas biar gaduh? Lompat-lompat sampai lotengku rubuh, hah!?!?!

Maaf. Gue emang terlalu berkualitas anaknya.

ANYWAY LAGI,
qeren qan e'dithan wa

Semoga natal kali ini membawa jodoh  damai bagi kita semua yang merayakan ataupun tidak. Semoga gara-gara hari natal sama hari maulid nabi gak ada jaraknya, kita semua bisa bersatu padu menjunjung tinggi Indonesia dari Sabang sampai Merauke berjajar pulau-pulau, yea.

Btw, "cuk" itu nggak selalu kasar, lho. Kayak nenek-nenek atau aki-aki kalo ucapin selamat natal ke anaknya punya anak kan pasti ngomongnya gitu, "met natal, cuk." Jadi, anggep aja gue nenek-nenek.

Ngomong-ngomong soal nenek-nenek, waktu gue ke gereja kemaren, (sendirian, seperti biasa) ada cici-cici gemes duduk di sebelah gue. Tiba-tiba, pastur umumin di depan podium kalo misalnya yang dateng bareng keluarga harap duduk di depan.

ASTAGA GUE KETEKEN PUBLISH.

Oh, iya. Gue lupa bisa diedit lagi.

Oke, fokus.

Lalu cici-cici gemes itu ajak gue ngomong, "Ci, datengnya sendirian aja?" Lalu, dengan mata melotot dan bibir maju mundur, gue berkata "LO GAK LIAT GUE CUMA SENDIRIAN, HAH? PUNYA MATA GAK, SIH LOOOE?!?!?!"

Nggak deng, gue cuma ngangguk-ngangguk sambil senyum kegirangan karena gue dinotice senpai.
Awalnya, gue nggak sadar kalo gue dipanggil "CI", satu kata yang memancarkan ketuaan seseorang.
Terus, karena dia sudah rela membuang-buang waktunya untuk menyapa orang seperti gue, gue nengok sebentar buat liat mukanya dia bentuknya kayak apa. Dari situ, gue bisa berasumsi bahwa tuh orang lebih tua dari gue.

LALU, dia ajak ngomong gue lagi. "Ci, kayaknya kertas misanya beda deh, ci. Kita berdua aja, ya."

DEG! Gue sadar, ternyata dari tadi dia manggil gue "CI", terus gue sangat-sangat merasa tua sekali.
Lalu, selama kebaktian, tiap ada kesempatan buat berdoa, bahkan pada saat doa umat dan disuruh 'sebutkan ujud doa masing-masing', gue memohon kepada Tuhan untuk membuka mata cici-cici gemes ini agar sadar bahwa gue masih SMA kelas 2.

Sampai akhirnya, percakapan kita seperti ini:
Keterangan: ccG (Cici Cici Gemesh)
TMCGIDW: The Most Cute Girl In Da World aka aku dong.

ccG : Cici tinggal di mana?
TMCGIDW : Aku di... um.. di belakang GM.
ccG : Oh! Pembangunan, ya?
TMCGIDW : Bbbbbbukan.. Aku di um.. Han..ur*.
ccG : Oh, di situ! Naik apa?
TMCGIDW : Naik angkot 41 hehe.
ccG : Oh, iya! Dia lewat hanura, ya!
TMCGIDW : Hehehe, iya.
ccG : Emang cici wilayah berapa?
TMCGIDW : Aku... Luar paroki. Harusnya di BHK.
ccG : Oh, gitu. Kok bisa ke sini?
TMCGIDW : KARENA AKU SEKOLAH DI SINI.

Di situ, gue merasa senang karena akhirnya terungkap juga kalau gue masih(imut) SMA 2. 

Dan yang lebih mengejutkan adalah, dia kaget gue masih SMA 2 karena gue terlihat sangat tua. (Cici-cici gemes ini bilang kalo muka gue dewasa. Astaga, Tuhan.) 
IYA CI, MUKA SAYA EMANG TUA DARI LAHIR.
WAKTU BAYI AJA MUKA SAYA UDAH MIRIP SAMA MAMANYA JUPE.
GIMANA SEKARANG.

OKE AMIT-AMIT GUYS, GUE GAK SETUA ITU OK.

Lalu, dia nanya-nanya, apakah gue kenal si dia, si doi, serta si anu. Terus gue jawab kenal. Wow, sempitnya dunia. Kayak, cici ini bisa kenal sama mereka semua. WOW.

Lalu, kami berpisah di dekat pintu keluar. (WIDIH UDAH KAYAK EPILOG NOVEL ROMANS YA HUAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHahaha.ha.)

Dan ya,
.
.
.
 . 
CERITA YANG TADI EMANG NGGAK ADA HUBUNGANNYA SAMA NENEK-NENEK.

Ada cerita lagi yang membuat dunia ini jadi makin tambah sempit.

Sabtu malam kemarin, gue sama mama gue lagi liat-liat album jadul masa muda mak gue. Terus, tiba-tiba gue teringat akan sesuatu. Hmmm.

Di suatu pagi yang cerah, Ailin membuka timeline Instagramnya. Ketika sedang asik ngescroll-ngescroll, ia melihat salah satu anak Teater yang pernah menggantikan Kak Ivan sebagai pelatih teater di sekolahnya mengunduh sepucuk foto, Kak Jawir.

Lalu, Ailin membetulkan kacamatanya yang sudah turun ke bagian atas mulutnya. Melihat di foto itu ada tulisan "Kebayoran Lama" membuat ia flashback sebentar karena Ailin menghabiskan masa kanak-kanaknua di sana.

Terlintas dalam benaknya, "Jangan-jangan mama gue kenal lagi sama si Kak Jawir." Namun, ia berlalu dan menganggap bahwa pemikirannya tidak masuk akal.

Akhirnya, karena gue masih nggak tau jawaban pastinya, gue tanya mama. "Ma, tau kan gang Li** di mana? Jangan-jangan mama kenal lagi sama pelatih teater yang pernah gantiin kak Ivan."

Mama gue jawab, "YA ELAH! TAU LAH GANG LI** MAH! ITU KAN TERKENAL SAMA RUMAH SAKITNYA! MASA ANAK KEBAYORAN LAMA GAK TAU GANG LI**! gAK ABDOL!"

Terus, kalo nggak salah, gue pernah ketemu sama Intagram mama-nya Kak Jawir. Gue kasih liat foto mamanya dan mama gue langsung teriak keras-keras,

"ASTAGA! ITU MAH SI ***** sama SUAMINYA, SI ******!!! TEMEN MAMA ITU, MAH! KEMAREN AJA ANAKNYA BARU NIKAH YANG PERTAMA, TERUS MAMA DATENG KE NIKAHANNYA JUGA LAGI."

Mama gue napas bentar, terus teriak lagi,
"OH DI ALBUM MAMA ADA FOTONYA KOK! NIH!" *lalu gue dikasih liat foto mereka berdua*

Terus, gue teriak juga karena nggak enak sama mama gue, dia teriak sendirian. Hehe.

Kalo ketemu pertama kali sama seseorang, apa yang ada di pikiran kalian? Pasti ada jutaan dugaan yang ada di otak kalian, kan? Kayak misalnya:

GUE TAU NIH, DIA PASTI TUKANG COPET!
GUE TAU NIH, NI ORANG SERING NGEGELAYUTAN DI RAGUNAN!
GUE TAU NIH, ORANG MACEM DIA SUKA GIGIT ORANG!
GUE TAU NIH, NI COWOK DIJAMIN NGGAK CUKURAN 5 BULAN 3 MINGGU 4 HARI.
GUE TAU NIH, DIA JODOH GUE!

Eh, salah.

FIRST IMPRESSION kita ke orang, juga sebaliknya nggak selalu sama dan sesuai ada yang ada di pikiran kalian. Mungkin, bisa aja orang yang kalian pikir maling, ternyata dia pastur senior di gereja kalian.


CONCLUSION:

DUNIA EMANG SEMPIT, TAPI AJAIB.
KALO LO SAKIT, COBA PERGI KE TABIB.

#apasih

Penuh Kecupan Basah dan Manja,

Theniarti Ailin

Monday, December 14, 2015

Khayangan

Halo, namaku Pango. Ibuku yang memberi nama itu, mungkin karena ia selalu menggunakan kecap Bango setiap kali memasak. Aku adalah seorang perempuan. Ya, mungkin kau terkejut, semua orang begitu setelah mengetahuinya.
Tiap kali aku mendengkur, ibuku selalu menemukanku sedang tidur dengan posisi khayang. Ia selalu membangunkan aku lalu mulai memaki-maki, katanya bisa cepat mati bila sering tidur khayang, entah mitos itu ia dengar dari mana. Namun makian tersebut malah membuatku semakin menjadi. Aku jadi sering tidur tengkurap dimana-mana, bahkan di tempat yang tidak seharusnya, dan itulah awal mula permasalahan hidupku terjadi.
Aku sedang berjalan di trotoar ketika aku mendengar suara decitan mobil jazz yang tak kusangka isinya kosong. Aneh, kan? Anehnya lagi, tak seorang pun di sekitarku menyadarinya, mereka tetap berlalu-lalang begitu saja. Yang lebih mengagetkan lagi, aku sedang khayang sambil makan es krim rasa peanut butter di situ. Dan, ya, orang-orang sekitarku tidak menyadarinya.

Setelah itu, dari balik pantatku, aku melihat seorang lelaki jantan sedang berjalan ke arahku. Ia bertanduk, setidaknya itu yang kulihat walaupun buram. Seandainya saja aku mengenakan kacamata sekarang. Tanduknya bercabang dua. Ia berjalan ke arahku lalu berseru, "Hey, gadis manis!" Aku segera kembali ke posisi berdiri dan dengan malu-malu menyahut, "Hehehe," Awalnya, aku hendak bertanya siapa Si Kurang Ajar ini, tapi hanya tawa yang keluar dari mulutku. Itu bukan diriku. Lantas, siapa yang barusan mengendalikan suaraku?

Aku bengong sesaat. Ternyata, itu adalah suara kucingku. :P

Eh, tunggu. Sejak kapan aku membawa Miki ke toko es krim?

Lelaki itu akhirnya angkat bicara, "Hey, ayo kita ke hotel."
Aku melongo. Apa-apaan dia datang dan langsung mengajakku ke hotel, dikiranya aku perempuan murahan apa? Namun, akhirnya aku mengiyakan ajakannya. Ini semua begitu ganjil dan hari ini aku seperti bukan aku. Pango biasanya tidak akan mengambil resiko merepotkan seperti ini.

Kami sampai di hotel pukul 8 malam. Lelaki itu pamit untuk memesan kamar di resepsionis, aku memilih untuk duduk di sofa. Lalu, aku sadar bahwa Miki memang tidak ikut dengan kami ke Hotel, maupun ke toko es krim. Aku bahkan tak ingat sejak kapan aku berjalan di trotoar itu dengan es krim.

Astaga. Aku ingat sekarang. Ya, aku ingat. Aku sedang mengendarai mobil, berdua bersama Miki. Saat itu aku sedang menuju sebuah toko es krim terkenal yang baru buka sambil mengetik SMS balasan untuk ibu. Setelah itu, semua terjadi begitu cepat. Bunyi decit mobil, es krimku tumpah, Miki mengeong keras seolah meminta pertolongan, darah, banyak sekali darah, lalu gelap.

Lelaki itu kembali. Kali ini aku yakin dengan tanduk di kepalanya. Ia menengok ke arah sebuah kamar gelap dengan teriakan dan jeritan di dalamnya. Ia menjulurkan tangan lalu berkata dengan suara berat dan seringai yang menakutkan, "Sudah siap, Pango?"

FIN.

P. S: Gue tulis ini berdua sama Yessica, tanpa plot atau apapun, tapi dia yang bikin endingnya. Yha. Dia emang saiko.

P.S lagi: gue cakep ya.

P.S lagi lagi: jangan mau sama Yessica, dia kayak... ew.

P.S lagi lagi lagi: Yang di atas fitnah semua, tks. ((Yessica))

Cie, bingung.

Salam Cabe,
Theniarti Ailin
Yessica Chandis

                                                                     BONUS
ini Yessica. yha, dy mank jeleq