Monday, November 23, 2015

BEGO.

Gue kerap kali menunda pekerjaan.

Dan gue sudah ketemu solusinya sekarang.

Mungkin, banyak dari lo bilang gini:

"Ya elah, Lin! Bikin jadwal aja tentang kegiatan-kegiatan yang lo ikutin. Terus, tinggal stick to the schedule."

"Astaga, gak usah ikut banyak-banyak lah, Lin. Nyusahin diri sendiri aja."

"Kalo dikasih PR, langsung kerjain!"

"Hadeh."

"Duh, lo pecicilan sih."

"Bego."

"Autis lo."

"Jadi mau lo apa?"

"Makanya, jangan makan yang aneh-aneh. Pewangi ruangan lo bikin jadi es mambo. Ckckck."

"Bah, kapan lo punya pacar kalo begini terus."

"Jangan ngestalkin orang mulu. Nanti dikebiri tahu rasa."

Hoaaam. Gue bosan dengernya. Rasanya, dari kalimat-kalimat di atas yang nempel sama gue cuma "Bego." Karena, bego itu singkatan dari (B)ahwasannya (E)mang (G)ue (O)rang pintar. HAHAHAHAHAHAHAHAHAHA. *terdengar suara jangkrik dan ketawa respect dari beberapa orang*

Gue nggak ngerti kenapa juga ini semua bisa terjadi. Waktu telah mempertemukan kita, aku, kamu, dan dia. Namun, takdir berkata sebaliknya. Apa daya yang bisa ku lakukan. Mungkin, aku hanya seonggok ceker yang dagingnya jarang. #mendadakpuitis

Ngomong-ngomong, emangnya makan ceker kebanyakan bisa buat kita jadi kanker?

*hening*
*hening*
*hening*
*hening*
*hening*
*kelamaan hening*
*ketumpahan belimbing*

"Bego."

Anggep gue memang orang yang aneh. Dihujat malah seneng. Tapi, 4 huruf itu melekat dalam diri gue. Yang masih butuh banyak belajar, banyak bimbingan, banyak pacar, banyak martabak. Ketika gue sadar bahwa gue adalah orang yang masih bego, otak gue akan langsung paham bahwa diam aja gak akan mengubah diri gue dari bego parah jadi bego biasa.

Jadi, ya udah. Gue mau sampein itu aja. Kadang, seribu kata-kata yang baik tidak lebih baik dari pada satu kata berisi hujatan tajam.

Bego, lo.

Becanda, deng.

Salam penuh keb-e-g-o an,
Theniarti Ailin

Friday, October 16, 2015

Entahlah, gue kesambet.


Manusia itu gak ada yang sempurna.

Dan gue sadar akan hal itu baru sekarang. Ya, gue memang telat dewasa. Buktinya, gue masih tepos. (abaikan, oke. Abaikan.)

Waktu dulu, gue selalu minder. Kalo kata temen gue, I have no self-esteem. Gue sama sekali gak percaya diri. Setiap hari, gue selalu ngarep buat jadi orang lain. Gue selalu berdoa, semoga besok gue bukan lagi jadi si Ailin. Bukan Ailin yang mukanya jelek dan super-abstrak ini.

Tapi, sekarang gue sadar. Hidup gue terlalu singkat buat protes kenapa muka gue abstrak begini. Lebih baik, gue isi dengan saus coklat pakai kacang dan keju. Jadilah martabak manis. #jhayusbesh



Dan, gue yakin kalian familiar dengan kalimat-kalimat ini:

"Kalo gue jadi dia, gue gak mungkin kayak gini."

"Kalo gue jadi dia, pasti banyak yang suka gue."

"Kalo gue jadi dia, pasti gue gak bakal jomblo lagi."

"Kalo gue jadi dia, gue pasti gak bodoh kayak sekarang."

"Kalo gue jadi dia, gue nggak perlu susah-susah pulang sendiri."

"Kalo gue jadi dia....."

Berhentilah berharap jadi orang lain. Karena lo dan orang-orang lain adalah hal yang berbeda. Tiap makhluk udah disediain ceritanya sendiri yang ditulis sama Tuhan. Nggak perlu merasa diri paling sial kalo lagi dapet masalah. Anggep aja masalah lo itu bagian hidup lo yang lagi seru-serunya. Lagi klimaks.

Gue tahu menganggap masalah lo sebagai hal yang lagi 'seru-seru'nya emang nggak mudah. Tapi, seenggaknya lo usaha buat bangkit lagi dan bukan malahan murung terus menerus, lalu lo bunuh diri dengan makan cendol pakai sari minyak jelantah dan akhirnya lo keselek, kemudian....yha.

Lo gak perlu takut dan ragu sama diri lo sendiri. Kalau lo aja ragu sama diri lo, gimana orang lain mau percaya lo sebagai 'orang'? Smiles bright and show your true self!

Nggak perlu jadi si dia kalo lo emang mau jadi hebat, jadi cantik, jadi berbakat. Mampu jadi diri lo sendiri dengan usaha keras, lo bisa raih apa yang lo impikan. Nggak ada yang mustahil kalo lo percaya.

Karena, everything is gonna be... the way it will gonna be. Semua bakal terjadi, kalo itu memang perlu terjadi.

"You said everything's gonna be alright because you were not in my situation."

Mungkin isi otak pembaca yang lagi baca bakal ngomong kalimat di atas ketika lagi baca ceramahan gue. Ya, gue emang gak ada di masalah lo. Gue gak ada di situasi lo. Gue gak tahu persis apa yang lo rasakan. Tapi, gue di sini cuma mau kasih tau, lo nggak sendirian. Semua orang pernah susah, sulit, bermasalah. Sekali lagi gue katakan, nggak gampang bangkit lagi ketika lo lagi ada di situasi yang nggak lo inginkan. Tapi, ketika lo ubah cara pandang lo dari yang 'hidup ini sulit' jadi 'hidup ini seru' seenggaknya, itu sedikit membantu.

Dan ketika lo punya masalah berat, jangan simpan masalah itu sendirian. Lo punya teman, lo punya keluarga, lo punya hewan peliharaan, diary, apapun itu. Curhakan ke mereka, biasanya loved-ones advices are the best!


Entahlahrasanya ini seperti bukan diriku. Oh, tidak blogku dibajak. #MenujuAilinYangTeguhDanBerkharisma2016

Salam Suwer,

Theniarti Ailin

Sunday, August 23, 2015

Martabak Manis [cerpen]

Ini tugas cerpen bahasa Indonesia.

Gue kerjain waktu jam pelajaran Bahasa. Hasilnya gak memuaskan. Tapi tetep mau gue post. HAHAHAHAHA. Karena gue memang suka mamer (walaupun ceritanya emang gka bagus. Tapi, nggak apa-apa santai aja. HUAHAHAHAHAHA.)

Lah, napa gue ketawa mulu.

---------------------------------------------------------------------------------------------------------

    "Hoam... Udah jam berapa, nih?" tanyaku pada diriku sendiri. Dengan malas, aku terduduk di ranjang seraya mengucek kedua mataku yang penuh dengan belek. Lalu, kuhadapkan badanku pada cermin di bagian kiri tempat tidurku. Kubangan hitam di bawah mataku seakan menebal 2,3 sentimeter setiap harinya. Pipi tembam yang  menghiasi wajahku sekarang menciut menjadi tirus. Senyum yang selalu mengembang di bibirku dulu sudah hilang berubah jadi kerutan. Satu menit kemudian, aku sadar aku terlambat. Jam sudah menunjukan pukul satu siang.

     Tepat setelah aku sadar, kuhentakan kedua kakiku menuju ke kamar mandi. Segera aku menyalakan kran air dan kuarahkan wajahku dihadapan pancuran yang dikeluarkan. Seketika itu juga aku berteriak, "ANJEEEEEEER!!!" Ya, aku salah menyalakan kran air. Aku tekan kran untuk air panas. Hasilnya aku berteriak sepanjang aku mandi.

    Setelah mandi dan bersiap selama 30 menit (atau bisa disebut dengan mengagumi keindahan wajahku sendiri di depan cermin), aku mengampil handphone dan menelpon Kavel, pacarku. Setelah nada dering terakhir terdengar suara Kavel di seberang sana, "Selamat pagi, Kay. Tumben kamu udah bangun." Suaranya seraknya yang sering kudengar seakan masih menghipnotis hidungku hingga mimisan (nggak deh, aku nggak se-berlebihan itu.) Spontan, tanganku bertolak pada pinggang. "Aku kan memang wanita yang rajin, Vel." Aku sendiripun ingin muntah mendengarnya. Entahlah, aku harap Kavel baik-baik saja mendengarnya.

    "Sorry ya, Kay. Kayaknya, kita nggak bisa jalan lagi malem ini," gumam Kavel dengan ragu. Aku berusaha memakhluminya. Memang, dalam satu bulan ke depan, ia akan bertugas ke suatu tempat untuk pekerjaan. Mungkin, ia memang sedang sangat sibuk.

    "Gak apa-apa, kok. Kerja yang bener, ya! Supaya kita bisa cepet nikah! Hahahahaha," gumamku. Aku merasa tawaku terdengar hambar. "Ya udah, aku kerja dulu ya." Setelah bicara singkat seperti itu, Kavel mematikan telponnya. Aku menghela napas sejenak dan merasakan perbedaan antara kami berdua. Suasana pembicaraan aku dan Kavel sudah berubah menjadi canggung.

    Aku akui kami memang sudah jarang ketemu dikarenakan Kavel sibuk sekali. Tapi, apakah ini pertanda kalau kami berdua akan......... ketemuan dan makan martabak? Oke, maksudku apakah ini artinya kita berdua akan pu...tus?

    Ku tampar pipi kananku untuk menepis segala pikiran burukku. Sedetik kemudian, aku menyesali tindakanku atas pipiku yang malang ini. Aku mulai menekan-nekan pelipisku layaknya orang yang depresi. "Kayaknya, gue sudah gila," bisikku pada diriku sendiri. Bahkan, aku membalas pembicaraan dari diriku sendiri, " Iya. Gue rasa gue mengidap penyakit jiwa. Lebih baik, gue tidur lagi. Daaan, oh ya! Gue lupa hari ini perlu ambil naskah dari penulis. Waaaaa, kenapa gue bodoh sekali hari ini?"

    Tetap saja, akhirnya aku tetap tertidur. Ketika bangun aku menyadari bahwa hari ini aku sama sekali tidak produktif. Keluar dari kamarpun tidak. Lalu, jam sudah menunjukan pukul 5 sore. Akhirnya, kuputuskan untuk menjadi seorang Kayla yang produktif. Aku mengambil uang di dompet dan berlari untuk beli martabak. Ahhhh martabak always listening, always understanding.
 
     Aku berjalan menyusuri jalan dan melihat ranjau-ranjau (baca: toko pie susu) yang membuat aku beralih dari martabak. Dari kejauhan, aku melihat dua pasangan cewek-cowok yang sedang bermesraan di sebuah kedai martabak. Setelah itu, kuhampiri kedai martabak itu untuk memesan satu loyang martabak manis keju.

     Badanku membeku ketika mengetahui bahwa cowok dan cewek itu adalah Kavel dan sekretarisnya. Kemudian, aku memberanikan diri untuk menampakan diriku di hadapan mereka berdua. Sudah kususun kata-kata yang kejam untuk menusuk hati mereka, namun yang kulakukan malah menangis sesenggukan di hadapan mereka. Dan yang lebih kejamnya, Kavel terlihat sama sekali tidak peduli terhadapku. "Ayo sayang, ada orang gila. Kita pergi aja. Nggak penting." Lalu setelah mencetuskan kata-kata itu, ia merangkul 'pacarnya' dan berlalu dari kedai Martabak itu.

     Setidaknya kalimat "Biar aku jelasin dulu," layaknya di sinetron lebih baik daripada meninggalkan dan memeberikan julukan orang gila. Dan yang melakukan itu adalah pacarku sendiri. Uh, maaf maksudku mantan pacarku. Perasaan menyesal, sedih, kecewa, dan lelah terus menerus mengacak-acak pikiranku. Makhluk bajingan yang kukira sedang sibuk bekerja, ternyata sedang sibuk mengerjaiku untuk wanita yang (tentu saja) lebih jelek dariku.

    Kedai martabak sedang ramai saat itu. Akhirnya, aku duduk di meja bekas pasangan-super-mesra-dan-menjijikan dan pelayan datang menyajikan pesananku. Dan ya, aku masih menangis. Bahuku masih bergetar-getar. Dan yang paling membuat suasananya makin galau adalah, tiba-tiba hujan turun dengan deras sekali.

   Tanganku tak berhenti mencekoki martabak ke mulutku. Tatapanku sudah buyar ditutupi oleh air mata. Telingaku sudah tidak cekatan. Namun, aku menangkap suara dari sebrang kursi. "Hai, kamu kenapa nangis?" Pikiranku yakin ini tidak nyata dan hanya khayalan saja. Namun, telingaku bilang ini kenyataan. Akhirnya suara itu bicara lagi, "Halo? Kamu kenapa nangis?"

    Aku mengucek mataku dan melihat seorang pria bertubuh jangkung sedang duduk di hadapanku. Ternyata, suara itu memang nyata. Ia tersenyum padaku dan bertanya sekali lagi, "Kamu nggak apa-apa kan kalau aku duduk di sini? Abisnya, tempat duduknya sudah habis. Omong-omong, kamu kenapa nangis?" Dan setelah ditanya seperti itu, aku malah menambah volume tangisanku. Oke, kali ini aku terharu. Bahkan, orang asing lebih peduli denganku dibandingkan mantan pacarku yang bajingan itu.

   Kepalaku refleks mengangguk ketika ia bertanya bolehkah ia duduk di kursiku. Ya, aku harap dia bukan kriminal ataupun bajingan. Setidaknya, kriminal bisa masuk penjara dan dihukum mati.

   Ia mengulurkan tanganya, "Aku Ray. Kamu?" Senyumnya manis sekali. Aku membalas uluran tanganya dengan senyuman yang sepertinya kelewat lebar, "Hai, aku Kayla." Dan obrolan kami berlanjut sampai larut.

   Pertemuanku dengan Kavel di Kedai Martabak ini memang tidak berakhir baik, tapi siapa yang tahu kalau aku akan menemukan yang lebih baik di Kedai Martabak ini juga? Ketika ada ucapan selamat tinggal, pasti ada halo yang baru.
 
   Hatiku seakan berbisik padaku, "Hai Kayla, siap jatuh cinta lagi?"
   
FIN

Komentar bu Yuni: "Sepetinya ceritanya menarik, Lin. Ibu tunggu lanjutannya."

BU PLIS INI UDAH ABIS CERITANYA HUAAAAAA.

Friday, August 7, 2015

Review Abal-Abal

Liburan kali ini emang gak jauh beda sama liburan-liburan sebelumnya. Tetapi, kali ini gue hampir tiap hari ke sekolah. Belom lagi ongokos angkot naek dua kali lipet dari biasanya, dan itu berarti gue harus menghadap matahari dan melakukan tarian zumba-zumba zord (entahlah, tiba-tiba namanya kepikiran hehehehehehehehe) supaya uang gue bisa kembali seperti semula.

(maksud dari tarian zumba-zumba zord menghadap matahari adalah gue harus memohon-mohon ke emak buat uang jajan tambahan. ENGGAK, GUE NGGAK NYEMBAH BERHALA KOK TENANG AJA)

Selain ke sekolah melulu, gue juga wisata kuliner bareng orang-orang yang quh c4Y4nK oM6 1ni k0K k3yb04rdny4 jD1h 4l4Y aUt0 OMG STOP IT FU- oh oke.

Salah satu yang gue cicipi adalah steak sapi (iya, bukan stik golf. keras keleus.)

Seperti yang kalian ketahui, steak sapi itu ada banyak macem. Ada sirloin, tenderloin, wagyu dan rib eye. Atau 4 jenis itu gue ringkas dengan jenis yang gue buat sendiri: STEAK APA AJALAH YANG PENTING SAPI BODO AMAT MAU SIRLOIN KEK TENDERLOIN KEK AILIN KEK STEAK ANTI PELURU KEK STEAK PLASTIK KEK KAGA PEDULI GUE YANG PENTING MAKAN BODO AMAT!

steak apa tau gue udah lupa
Menurut gue makan steak itu melelahkan. Selain motongnya keras, kita juga harus mengeluarkan lebih banyak uang di dompet, dan kalo gak cukup duit buat bayar, harus siap-siap eek di celana. Nah belom lagi kita ngeden waktu eek. Itu buang-buang tenaga, kan? Melelahkan. Maka dari itu, pake pampers ya kalo mau makan steak!

Lalu gue makan di restoran yang ada di Grand Paragon, namanya Serbafood. Gue makan ikan dori saus lemon. Yang entah kenapa ketika tuh ikan udah abis, gue baru sadar ternyata sausnya saus lemon, bukan saus bening biasa. Huah, sungguh misteri. Dan, sayangnya gue lupa foto penampakan tuh ikan. Jadi, gue putuskan untuk gambar sendiri, deh.

INI BUKAN MAKANANNYA IKAN LELE WOI
Menurut gue, makanan ini penuh dengan gizi. Karena ada ikannya, bisa untuk mengurangi kedongoan gue. Lalu, ada kaylan. Bisa bikin berak karena banyak serat. ada jelly juga, gunanya untuk hiburan pada usus. Lalu ada nasi juga. Karena warnanya putih, berarti untuk menetralkan semua makanan berwarna tadi. 

Harganya termasuk terjangkau, kalo gue bilang. Sekitar 30 ribuan kita udah dapet sayur kaylan, ikan dori, nasi, saus lemon, jelly, tissue, dan sendok garpu. Hehehe dan dapet gratis estee juga, lho! ((AKU CINTA GRATISSAN UHUYYY!!))

Walaupun gambarnya terlihat seperti menu makanan resepsi kucing yang sedang menikah (gambar aslinya jauh lebih menggiurkan OK), MAKANANNYA ENAK KOK! POKOKNYA ENAK DEH! BELI YA, BELI!

Siapa tahu, kalau lo beruntung dapat piring yang bekas gue.


Makanan berikutnya yang gue makan adalah....
oke, ini minuman...
 Teh tawar hangat.

Menurut gue, teh tawar hangat adalah minuman terbaik yang pernah ada di restoran manapun juga.

Oh
Teh
Tawar

Rasamu
Tidak ada

Warnamu
Coklat

Teksturmu
Encer

Hargamu
tiga ribu

Tambah es
lima ribu

Kau kan ku minum
Selagi haus

sampai akhir hayatku
aku lebih suka kamu

daripada
teh manis




Yah, begitulah kegiatan liburan gue kemaren. Sekarang gue udah sekolah lagi. Daaaaan, awal kelas 11 diawali dengan berbagai kesibukan dini. Ukh. Lelahnya jiwa dan ragu kuh.

Sekian food review gue, daaan.

Gue sudah ketemu konkklusi dari ini semua.

Gue gak cocok jd fudblogger.

Bye.

Sunday, July 5, 2015

MET ULTAH, GAGAS MEDIA!

Yeaaaay, ada kabar gembira! *lagu manggis bermain*

Salah satu publisher favorit gue, GagasMedia mengulang tahunnya yang ke-12! Ecieeeeee, tambah tua cieeeeee.

Kalau dihitung pakai umur manusia, 12 tahun itu masih kelas 1 SMP, artinya GagasMedia baru lulus Ujian Nasional Sekolah Dasar! Yeay, selamat! Cintai produk-produk Indonesia! Stop ayam boraks! (Sumpah, abaikan gue yang suka ngelantur gak jelas ini.)

Penerbit yang satu ini gokil banget! Sering banget bikin acara-acara dapetin buku gratis, kuis-kuis tertentu yang hadiahnya dapetin kecupan Raditya Dika, dapetin bulu ketek adminnya, dan hadiah menarik lainya yang kadang gak bisa ketebak! Sebagai pembaca GagasMedia, gue jelas senang dengan (apalagi kalo dapet barang gratisan) dengan acara-acara yang mereka bikin, HEHEHEHEHEHEHEHEHE.

Daripada bacain basa-basi yang akhirnya merujuk pada minta gratisan, gue mau ikutan jawabin 12 pertanyaan dari GagasMedia! (Itung-itung, gue ikut berkontribusi hehehe.)

1. Sebutkan 12 judul buku yang paling berkesan setelah kamu membacanya!
:) Happily Ever After by Winna Efendi
:) Brother by Shofia Annisa
:) Judul Buku Ini Rahasia by Pseudonymous Bosch
:) Sunshine Becomes You by Ilana Tan
:) 2 by Donny Dhirgantoro
:) Marmut Merah Jambu by Raditya Dika
:) Cookie by Jacqueline Wilson
:) Partikel by Dee Lestari
:) Autumn In Paris by Ilana Tan
:) Filosofi Kopi by Dee Lestari
:) Melbourne by Winna Efendi
:) Perahu Kertas by Dee Lestari

2. Buku apa yang pernah membuatmu menangis, kenapa?
Waduh, ketahuan deh abis ini kalo gue cengeng.
Kalo yang paling bikin nangis sih, Happily Ever After-nya Winna Efendi. Karena........ karena..... sedih, jadi gue nangis. (alasan macam apa ini.) Di cerita itu, ada banyak banget cancer survivor. Mulai dari bapaknya Lulu, Eliot, sampe temen-temennya Eliot yang masih kecil dan gak ada kata nyerah lawan kanker. Gue aja yang sehat lebih suka tidur ngejengkang sambil makan sosis ketimbang ngumpul bareng temen. Sedangkan mereka yang gak tau kapan bakal gilirannya buat dipanggil aja, menikmati hal-hal kecil sama-sama. Dan akhirnya, bapaknya Lulu gak bisa ngelawan lebih jauh kankernya, lalu akhirnya dia lewat.

Ah.... Kalo endingnya Eliot juga mati, mata gue bengkak satu minggu.

3. Apa quote dari buku yang paling kamu ingat dan menginspirasi?
"Sometimes the truth is harder to take than lies." - Melbourne (Winna Efendi)
ENTAH KENAPA COCOK AJA SAMA KEHIDUPAN GUE DAN KEHIDUPAN ORANG BANYAK YANG LEBIH SERING BOHONGIN PERASAAN DIRINYA SENDIRI SUPAYA GAK SAKIT HATI. LEBIH SERING FAKE SMILE DARIPADA SENYUM TULUS YA KAN YA KAN NGAKU LOE SEMUA INI KENAPA GUE PAKE CAPSLOCK SIH ASTAGAH
Dan ini: "Gak semua cerita punya akhir yang bahagia, begitu pula hidup... Hanya karena sebuah cerita gak berkahir sesuai keinginan kita, gak berarti cerita itu gak bagus." -Happily Ever After (Winna Efendi)
Quotes yang satu ini bener-bener ngerubah pandangan gue sama hidup gue sendiri. Walaupun lagi ada banyak masalah yang menimpa, gue yakin itu bukan berarti hidup gue buruk. #cieeeeelah

Selanjutnya, ini pertanyaan favorit gue. (berhubung gue jomblo dan bahagia)

4. Siapakah tokoh dalam buku yang ingin kamu pacari? Hayo, berikan alasan kenapa kamu cocok jadi pasangannya. Hehehe.
Elliot Gustira (yap, dari Happily Ever After!) Walaupun dia sakit, dia tetep pe'a dan penuh semangat! Gue suka anak-anak pe'a apalagi dengan semangat yang menggebu-gebu.
((Apalagi, gue juga pe'a. Kita bisa pe'a bareng-bareng.))

5. Ceritakan ending novel yang berkesan dan tidak akan kamu lupakan!
Endingnya Sunshine Becomes You. (BUAT YANG BELOM BACA RASAIN NIH SPOILER EXTRA)

Akhirnya, transplantasi jantungnya si Mia gak cocok, terus akhirnya dia lewat. Terus, Alex ciptain lagu buat dia yang dia maenin di konsernya.

RASAIN TUH SPOILER RASAIN

P.S: ya, gue nangis 2 jam.

6. Buku pertama GagasMedia yang kamu baca dan kenapa kamu memilih itu?
Manusia Setengah Salmon by Raditya Dika, karena bukunya dijual di Indomaret seberang sekolah, dan waktu itu uang jajan gue lagi plusplus. Jadi dengan penuh harapan itu bukan cerita horor, gue beli.

7. Dari sekian banyak buku yang kamu punya, apa judul yang menurutmu menarik, kenapa?
Judul Buku Ini Rahasia karya Pseudonymous Bosch. Karena, judul bukunya aja gue gak tau. (dirahasiain, coy.)

8. Sekarang, lihat rak bukumu! Cover buku apa yang paling kamu suka, kenapa?
In A Blue Moon-nya Ilana Tan! Karena toko kuenya unyu, mengingatkan gue akan pie susu. Terus ada saljunya gitu, mengingatkan gue akan bulan desember. Dulu ada crush gue yang lahirnya bulan desember. Terus, ya gitu. Udahlah, gak usah bahas masa lalu. #lahbaper
Kayak gini, nih penampakannya!

9. Tema cerita apa yang kamu suka, kenapa?
Kalo dilihat dari list 12 buku favorit gue, yang mendominasi itu cerita romance. Hehehe.

Don't judge me, tapi cerita romance itu memang seru buat dibaca, buat ditelaah lebih jauh, buat diresapin, buat dibaperin, dan terkadang walaupun inti ceritanya sama, intrik tiap cerita yang dibawain sama penulis pasti beda-beda. Menurut gue, disitulah seni cerita romance! Gak peduli lo udah tau endingnya bakal gimana, lo bakal tetep terusin baca. Ya, kan?

10. Siapa penulis yang ingin kamu temui, kalau sudah ketemu, kamu mau apa?
Pseudonymous Bosch (penulis the secret series). Kalo udah ketemu, gue cuma mau ngomong.
"Bang, kasih tau judul novelnya boleh keleus. Jangan dirahasiain gitu, ah. Gue kan penasaran!"
Abis itu, minta tanda tangan, terus minta nebeng pulang.

11. Lebih suka baca e-book (digital) atau buku cetak (kertas), kenapa?
Dilatarbelakangi oleh mata gue yang sudah rusak (min 4, dan kayaknya nambah), gue lebih suka baca buku yang di cetak. Karena, kalo digital mata gue bakal jadi cepat sakit dan berair. Selain itu, buku yang udah dicetak bisa dipake buat minta ttd penulisnya, hehehehehehehe. #QuCintaGratisan

And the last!
12. Sebutkan 12 kata untuk GagasMedia menurutmu!
Hai gagasmedia
uh
eh
gw
gatau
mau ngomong apa
eh gimana y

AH UDAH 12 KATA
ULANG-ULANG!!!!
"Di dunia ini gak ada yang sempurna, begitu juga GagasMedia, terus berkarya! :)"

YEAAAAH! Terima kasih GagasMedia atas buku-bukunya selama ini! :):):)

Tuesday, June 23, 2015

LIBURAN! (TIPS NGAJAK NGOMONG CRUSH!)

Pssst, gue libur lho.

Semua pelajar juga libur keleus, lin.

YAUDAH! KAN CUMA NGASIH TAU!!!! #kemudianbaper

Gue sebenernya gak liburan ke mana-mana dan post ini tidak akan menceritakan serta membeberkan pengalaman liburan gue. Karena, liburan gue adalah privacy.

Saking gue jarang liburan, jadi itu privacy. #hening

Apalagi status jomblo gue, itu privacy.
((Privacy yang semua orang udah tau sampe-sampe bukan privacy lagi.))

Liburan sekolah itu sama aja kayak hari dimana yey-30hari-dirumah-gakngapa-ngapain-hore-yea. Dan, kebanyakan teman gue menganggap hari dimana yey-30hari-dirumah-gakngapa-ngapain-hore-yea itu adalah summer holiday. Libur musim panas.

Apanya yang libur musim panas!!!! KALIAN TAHU? LIBURAN MUSIM PANAS ITU ADA 104 HARI! KAYAK LAGUNYA PHINEAS AND FERB!!! TAU, GAK! DASAR!!! NDESO KALIAN!!!!

Ini sebenernya yang ndeso siapa.

Kalo disebut libur musim panas sih, gue agak gak setuju. Pertama, di Indonesia gak ada musim panas, adanya kemarau. Masa libur musim kemarau? Gak enak didenger kan? Enakan juga libur musim duren, apalagi sambil dibelah durennya. Ya, gak? Hahaha. Sumpah, gue gak ngerti gue ngomong apaan barusan.

Kedua, libur musim panas identik dengan happy-happy and no more tears kayak iklan shampoo bayi (gue gak ngerti deh. Emangnya ada shampoo bayi yang bikin bayinya nangis? Like, ada bayi liat shampoo merk dongson, terus HUEEEE MAMAAAA SHAMPOONYA SEREM BIKIN NANGISSS HUEEEEE, kan gak mungkin. Harusnya taglinenya 'no more kelilipan' #oke), lah ini apaan. Yang OSIS ada rapat, yang ekskul ada latihan demo buat MPLS, yang orang tua harus ngebayar daftar ulang mahal, yang gak naek kelas harus sedih, yang naek kelas bersyarat, harus sedih kombo karena digantungin gak jelas naek apa kagak, yang galau ada kesempatan bunuh diri, yang pacaran ada kesempatan buat mutusin pacar dengan alasan 'aku mau konsen liburan',
 Lihat? Masih ada ajakan dukanya. Padahal dijanjiinya cuma seneng doang. Huh, aku capek diberikan harapan palsu terus menerus. #kemudianbaperpart2


Ngomong-ngomong, HAPPY BIRTHDAY JAKARTA!
Jakarta aja gue ucapin ultah, kebayang dong kalo ntar lo jadi pacar gue gimana.

Emangnya bakal gimana, Lin?

Bakal...... HALAH KEK ADA AE YANG MAU AMA W, JAWABANNYA NANTI YA, SETELAH ADA YANG MO AMA W. HHE.

Anjir, gue ngenes amat. Gile.

Btw, karena gue sering dicurhatin selama liburan ini, gue akan kasih tau beberapa cara buat ngajak ngomong crush lu. Here you go, dudes (bukan nudes, awas salah baca!):

1. Makan Spagetti Bolognese (makannya pake garpu, jangan pake pensil. emang lo kira ujian!)
Lo suka sama orang, gampang! Makan spagetti bolognese, gue yakin elu pada pasti blepotan merah-merah di bibir. Setelah blepotan merah-merah, lo akan disamperin si doi dan kemudian (kalo lo beruntung) blepotan merah-merahnya bakal diapusin sama si doi, terus si doi bakal ngomong, "Kamu lucu deh kayak anak kecil. Hih gemeshhh!!!" lalu percakapan berlanjut, dan 1 jam kemudian lo berdua jadian.

Kalo lo sial, semenjak kejadian spageti bolognese blepotan, lo bakal dijadiin ngegemesin-kayak-anak-kecil-zone. Lebih baik difriendzone apa dijadiin ngegemesin-kayak-anak-kecil-zone? You gotta choose that by yourself, dudes.

Tapi, kalo lo sial kombo, lo bakal ditampar. Dibilang jijik, diilfeelin, apalagi kalo lo makan spagetti bolognese di rumah si doi, bisa bisa lu ditendang, diseret, dicelupin deh ke aspal. Abis tiu, si doi ngomong, "Kamu lucu deh kayak anak kecil. Hih gemeshhh!!!" lalu, selain mati, lo akan masuk pada ngegemesin-kayak-anak-kecil-zone.

2. Minum Es Teh (tawar aja, jangan manis. ntar diabetes)
Coba sekali-kali lo ngedeketin cewek sambil minum es teh tawar, kalo ada hasilnya, kasih tau gue.

(( Gue juga gak ngerti kenapa gue bisa nulis es teh tawar. Tiba-tiba aja lewat di pikiran gue.))

((kemudian digebuk masa.))

3. JANGAN MAKAN DUREN! (apalagi abis makan seafood, ntar mati)
Buat lo yang suka duren dan lagi mau deketin si doi, jangan-jangan-jangaaaan, jangan sekali-kalinya makan duren sambil deketin cewek! Sumpah, jangan!

Pertama, duren itu kulitnya tajam setajam pisau cabe, seruncing pensil 2B, dan setebal pil KB (emangnya pil KB tebel?). Kalo lo mau ngasih bunga ke doi, ntar ketuker sama kulit duren agak bahaya, bro.

Dudung: Nih, bunga buat kamu, Op.
Opit: Ah, Dudung! Kamu so sweet sekali!
Dudung: Iya, dong. Apa sih yang nggak buat kamu. <3
Opit: SO SWEET SO SWEET! MAMAM TUH SO SWEET!! MASA GUE DIKASIHNYA KULIT DUREN! LO KIRA GUE KECOAK KENA ALERGI APA NGEMILIN KULIT DUREN!
 Dudung:....

Akhirnya, mereka berdua berpisah alam.

Abis itu, yang kedua. Kalo lo makan duren, mulut lo jadi bau duren. Yha, itu ajha.

(( YAIYALAH MASA ABIS MAKAN DUREN MULUT LO JADI BAU AER KOBOKAN?!))

4. Jangan makan di restoran bintang lima, mahal.
Apa yang harus gue jelasin di sini?  *nyolot* *kibas rambut* *kibas bulu kaki, mata, idung secara bersamaan* *nyanyi lagu raissa* *balonku ada lima* *rupa-rupa warnanya* *eh itu bukan lagu raissa* *lah*

5. Sebenernya ini tips macem apa, sih!?!?!
Macem aku yang selalu ada buat kamu, walaupun kamu tidak setia di sisiku. Aku tidak peduli seberapa besar cinta yang kamu berikan padanya. Aku tetap akan berdiri di sini, menunggu sampai kamu sadar. Sadar bahwa sebenarnya apa yang sedang aku tulis ini tidak punya poin apa-apa.

6. Udhlh! Cpk w bc blog u! Smph dsr! ew,, @@
Y, SRH L KLS CK! L KR W PDL?

Mampus lu, ngerti gak gue ngomong apa.

7. Pastikan sebelum deketin si doi, lo gak baca tips dari blog gue. Karena, sangat (tidak) membantu sekali. Hehehe.
Kalo si doi udah baca, DEKETIN LEBIH LANJUT! ITU ARTINYA DIA BACA BLOG GUE! LO TAU KAN, BLOG GUE INI ISINYA HAL-HAL INTELEKTUAL? GUE YAKIN DOI PASTI ORANGNYA PINTER! HUAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAAHAHAH

Duh, kepanjangan.

Sebelum mengakhiri post ini, gue mau kasih tau kalo.........
.
.
/
.
/
/.
.
.
Selama ini
.
.
.
.
Ternyata
/
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Gue
-
-
-
-
-
-
-
-
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Cie, ada yang penasaran, pengen tau gue kenapa ya? HIHIHI


Salam liburan musim kemarau,
Theniarti A.

Saturday, March 28, 2015

Buku Gambar Ajaib

Angin berhembus kencang malam itu di kota kecil bagian Barat.

"AHHHHH!" teriak seorang ibu yang sedang berusaha mengeluarkan anaknya dari perut dan tak sabar memperkenalkan anak itu ke dunia ini.

Tak lama setelah itu, terdengar tangisan manja si bayi. Kemudian ibu itu bergumam, "Anak kedua dan perempuan. Ah, kulitnya seputih salju. Sorot matanya tenang seperti warnanya yang kelabu. Hidungnya mundur ke dalam, tapi tak apa, aku yakin ia bisa menghirup dan menghembus lebih banyak napas setiap harinya. Kuberi nama dia Emily Whiprehood."

16 tahun kemudian

Emily sedang berjalan-jalan di hutan, mencari gandum, bunga, dan daun teh hijau untuk diolah menjadi kue lapis. Karena kelelahan, Emily beristirahat di bawah pohon dan memutuskan mengeluarkan buku gambarnya.

Ketika hendak mengeluarkan buku gambarnya, Emily merasakan ada seseorang yang memanggil-manggil namanya. Dan tiba-tiba, kaki Emily terasa kaku. Hasratnya untuk menjawab panggilan itu lenyap, matanya menjadi gelap dan tanpa disadari, ia terlelap dalam tidur.

Tak lama setelah terlelap, Emily dikagetkan dengan suara teriakan seorang anak perempuan yang minta tolong.

"Apa yang terjadi padamu, teman?" tanya Emily pada anak itu. Alih-alih menjawab, anak perempuan itu malah pergi dan berlari. Emily melongok ke arah anak perempuan itu datang. "Siapa anak itu? Dan, siapa yang mengejarnya?"

Dan 10 detik kemudian, Emily baru sadar ia sudah tak ada di tempat ia terlelap tadi. "YA AMPUN! DI MANA AKU? APA AKU TERSESAT? TIDAK MUNGKIN! TIDAK MUNGKIN!" Emily berseru sambil menginjak-injak rumput di bawahnya.

"TENANG, EMILY. Tenang." Emily menenangkan dirinya sendiri. Tadi aku hanya mencoba beristirahat, lalu aku malah tertidur. Lalu, tiba-tiba aku di sini? AH! TASKU! TASKU HILANG!" Emily berceloteh tak berhenti dan masih memukul-mukul kepalanya, berusaha mengingat-ingat apa yang terjadi. Namun, ia tak ingat apapun.

Ketika ia hendak menempelkan pantatnya pada sebuah batu besar, sebuah buku gambar bercover gambar hidung tergeletak di sebelahnya. Ia membuka buku gambar itu yang kemudian menyeruakan angin kencang ketika dibuka. Angin kencang itu, tanpa disangka mengeluarkan seorang gadis kecil dan seorang pria besar dengan gitar dipunggungnya.

"Halo." sapa 2 orang yang muncul dari buku itu. Emily menganga.
.
.
.
.
.
Emily masih menganga.
.
.
.
.
Entahlah, apa dia masih mengaga? Oh, udah ketutup mulutnya? Oke.

"H....Hai." lanjut Emily setelah 3 jam menganga.

Kedua orang itu hanya tersenyum dan kemudian duduk di sebelah kanan dan kiri Emily. "Hai, namaku Fiona. Masih ingatkah kau dengan aku?" tanya si gadis kecil yang disambut kernyitan pada dahi Emily (dan yang pasti ia tidak lupa untuk menganga.) "Halo. Aku Michael. Bagaimana kabarmu, Emily? Apakah sudah bisa main piano? Hahahaha." lelaki itu tidak tertawa, namun hanya tersenyum lebar.

"S....siapa kalian?" tanya Emily memutuskan untuk mengekspresikan kebingunganya dengan cara lain selain menganga.

Fiona dan Michael hanya bertatapan sambil tertawa terbahak-bahak, "Masa lupa dengan kami?"
Kemudian Emily membuka lagi halaman-halaman di buku itu dan tak lama kemudian, keluarlah 12 orang lain yang membuat dia bingung.

"Hai, Em. Aku Yessica si unyu."
"Kalo aku Velia."
"Aku.... aku lupa siapa. Tapi kurasa namaku diawali dengan huruf A dan diakhiri dengan N."
"Hei! Kelly di sini, mari kita tertawa bersama! HAHAHAHAHAHA!"
"Apa yang terjadi dengamu sampai aku harus memperkenalkan namaku? Aku Vanessa, dasar pikun."
"Jeanne hadir. Hoam."
"Stephanie."
"Aitakkata! Aku Ce Ka Es. Carissa."
"Sheryn."
"Yunita di sini!"
"Aku Mr. Key. Calon pacar kamu. Masa gak ingat!"
"Aku lemon remon. Guru kamu."

"BISAKAH KALIAN SEMUA MENJALSKAN SIAPA KALIAN DAN SEDANG APA KALIAN DI SINI?" teriak Emily karena ia hampir gila. (atau dia sudah gila.)

"Kami, ada di sini karena hari ini ulang tahunmu, tanggal 16 Januari! Masa kau lupa!" teriak Vanessa dengan lantang.

"Ulang tahunku bukan tanggal segitu!" balas Emily.

"Ah, lagi ngayal kau! Kau kan suka pikun!" teriak yang lain.

"Beneran, deh. Aku lahir tanggal....... sebelum masehi kayaknya." gumam Emily lagi.

"EMILY WIPUTRI KAMU INI BENAR-BENAR PIKUN YA!" gertak yang lain karena sudah tidak sabar.

"Siapa Emily Wiputri?" tanya Emily membuat yang lain bingung.

"YA KAMU LAH! SIAPA LAGI MEMANGNYA!!!" saking kesalnya, sudah ada yang memanjat pohon untuk mengambil apel.

Eh, ternyata apelnya boongan.

"Sumpah deh. Namaku Emily Whiprehood. Bukan Wiputri. Salah orang kalian!" kata Emily lagi.

Kalau dilihat-lihat, fisik mereka memang sama. Tetapi ada satu perbedaan. Alis Emily Whiprehood lebih blonde dan lentik dibanding si Wiputri.

"Eh, kayaknya kita salah nyulik orang buat disurprisin, deh." bisik Yessica pada yang lain.
"Terus sekarang gimana, dong?" tanya yang lain. (terserah siapa kek yang nanya, kebanyakan sih yang surprisin.)
"Yaudah kita bayar dulu uang DP studio ala hutan ini, terus ntar buku gambar beranginnya kasih dia aja buat kenang2an." kata siapa-kek-terserah.

Akhirnya, mereka mengumpulkan uang untuk membayar uang DP studio ala hutan itu dan kemudian mengembalikan Emily Whipprehood ke negara kecil di Barat dengan meminjam jet pribadinya Syahrini.

Sementara itu, Emily Wiputri sedang kebingungan menjawab pertanyaan teman-teman si Emily Whiprehood.
"Ayo kita pergi ke hutan!" seru teman Emily Whiprehood.
"Hah... hutan? Yang bener aja! Ogah!" seru Emily Wiputri.
"Ogah itu artinya apa?" tanya teman si emily Whiprehood.

Dan dengan senyuman merekah, Emily Wiputri menjawab, "Artinya, gue adalah jelmaan Taylor Swift." dan teman-teman Emily Whiprehood mendengarnya sambil menangis terharu dan bertepuk tangan meriah. Tamat.

P. S: ini cerita apaan...