Saturday, November 9, 2013

Retret to Wisma St. Lidwina!


HO HAH.

Jadi, post sebelumnya emang agak galau. Yah, gimana, gue hanya ingin bercerita. WAHAHAHAHA. #kembalimenggila

Karena waktu itu gue mau ngepost tentang Jogja gak jadi. Terus mau post tentang camping juga gak jadi, akhirnya gue memutuskan untung nge-post tentang ret-ret.

Dan gue sungguh-sungguh tentang ini. *kasih tatapan maut* *menyeringai ala nenek sihir di film snow white*

Jadi, simak- baik-baik, atau lo bakal mati gue hajar pake remote AC.
Ancaman di atas gak perlu ditakutin, cuma anceman gak bermakna kayak diriku bagi dirimu.

Lin, jangan mulai.

Sip. Baca baik-baik, ya.

Day 1
Pagi-pagi gue dibangunkan dengan suara Ac yang berisik banget punya tetangga gue. Oke, mungkin suara AC lebih gak mainstream daripada suara kicauan burung di udara. Ya, gue ini orangnya anti mainstream.

Setelah pagi-pagi buta mendengar suara AC yang menggertak kedinginan. (gue juga gak ngerti kenapa AC bisa-bisanya kedinginan.), gue langsung beranjak dari kasur dan pergi ke ruang tamu. Untuk apa? untuk tidur lagi tentunya.

Setelah gue bangun dari ketiduran gue di sofa, gue sarapan pagi dengan nasi. Soalnya, orang Indonesia kalo gak makan nasi, konon katanya nanti bisa sakit. Hiiii. Takut. *lebay* *bodo ah*

Oke, setelah gue makan nasi, gue mandi kemudian beres-beres sebentar, terus akhirnya gue dianter susuk gue untuk menuju tempat ngumpul-ngumpul bisnya.

Kesan pertama gue adalah, gue sedih. Gue gak punya temen tempat duduk. Jadi, gue harus duduk sama orang yang gak deket sama gue. Dan gue sedih akan hal itu. Oke, mari kita jangan menggalau.

Selama perjalanan, bis gue menyanyikan berbagai macam lagu. Dengan suara pas-pasan (sangat pas-pasan), gue juga ikut karaoke-an. Bodo amat, ah. Buat mengenang masa kecil. Yah, walaupun gue juga gak tau apa hubungannya sama masa kecil gue yang suka banget tidur siang itu. Oh, ya here are the photos of the situation in bus1:


"Yang penting bangku gue kliatan kamera."


Busnya wangi, nih! Narsis dulu boo!
Pak Paulus lagi nyanyi. Lagi nyanyi apa, ya?

Om Denny lagi nyanyi, apa cuma mangap di depan mic?
 Dan setelah itu, sampailah kita di Wisma Lidwina. Tempatnya bagus banget, gede, and what a beautiful view! Sayangnya, gak ada yang fotoiin viewnya.

Oke, jadi setelah sampai di lokasi, hal pertama yang gue lakukan setelah turun dari bus adalah: foto. Bodo amat, emang dasarnya gue ini anak super narsis. Abis turun dari bus bukannya langsung ambil tas, malah foto-foto. Gak apa-apa, momen sekali sumur hidup. WAAHAHAHAHAHA. Tumben ya gue mikir gitu. Biasanya gue mikir gini: Lumayan buat masukin instagram. Siapa tau yang ngelike banyak. Hehehe.

Setelah itu, kita semua dikumpulin di aula. Diberi pengarahan sama pak Martin. Pokoknya, intinya selama kita disitu kita gak boleh berkelakuan buruk. Kita gak boleh menghancurkan suasana tenang di sini, dan kita harus menghilangkan kebiasaan-kebiasaan buruk di kota Jakarta.

Pak Martin lagi beraksi


(Ki-Ka) Velia: Aduh, gue pengen makan jeruk. Vania: Anak gue kemana, ya. Kelly: Kayaknya tangannya Vania enak juga buat dimakan.



Ya, itu kira-kira fotonya.

Setelah dikasih pengarahan sama pak Martin, kita dikasih kunci buat akses ke kamar kita. Kamar gue nonor 18. Kamarnya juga bagus. Kira-kira begini (sorry banget kalo gelap dan ini bukan kamar gue, tapi mirip-mirp, laa.. hehe.)

"Biarpun lagi tidur, muka gue harus tetap terlihat."---yang baju oren (gak tau siapa)

Gue gak tau siapa yang lagi tidur, yang jelas mereka lagi mimpiin kalo blog gue jadi banyak yang datengin, dan hal-hal positif lainnya tentang blog bingung gue ini. Oke, abaikan.

Nah, setelah diberi pengarahan ini dan itu, akhirnya dari jam 12:00 sampai jam 16:00 kita freetime!!!

Kira-kira yang dilakukan selama freetime itu ini:

Main film India

Nge-goosip

Narsis

Meditasi

Nongkrong

Tidur
Oke, itulah yang (kira-kira) gue dan anak sekolah Ricci lakukan ketika Freetime. Kalo gue memilih untuk tidur siang dan bergosip. Narsis? Oh, tentu saja.

Oh ya, waktu freetime, gue juga audisi goyang ituk sama Velia, Yessica dan Emily. Sayang, gak gue foto. Hiks. Jadi sedih. *kemudian menangis meraung-raung*

Oh yeah, abis freetime, kita semua ngumpul lagi buat snack sore. Hmm. Makanannya yah, yang kayak buat snack. Kayak gorengan dll. Suasananya kira-kira kayak gini:

Aduh, gue laper nih.

Makan dulu, ah. Gue belom makan 5 tahun. Yummy.

 Yah, saya kira itu. *ikutin omongan pak Daru* Setelah snack, kita diperkenalkan sama 3 suster unyu. (Hehe, beneran looooh.) Namanya Suster Agnes, Suster Theo, sama Suster Kresen. Asik-asik loh susternya! :))
 Nih fotonya suster Kresen sama suster Theo:


 Sayangnya, gak ada foro suster Agnes yang jelas. Hiks. Nah, ketiga suster inilah yang membimbing gue dan teman-teman setelah ret-ret. Aktifitas pertama adalah, kita dikasih permainan gitu. Permainan kelompok. Gue kelompok tujuh, alias kelompok Musa.

Permainannya, pertama disuruh bikin yel-yel. Dan yel-yel kelompok gue aneh setengah mati. Hmm... Gue udah lupa liriknya. Yang pasti ada gerakan injek-injek tanah secara maniak. (dan tidak lain tidak bukan yang mengidekan gerakan itu adalah, anak terunyu di dunia, gue.)

Setelah bikin yel-yel, kita dikasih krayon warna putih dan cat air warna coklat (coklat poop gitu).

Ini foto dari salah satu kelompok (kalo gak salah kelompok Samson) yang sedang mem"presentasi"kan lambang kelompoknya:

Samson itu KUAT! Denny: *dalam hati* Kepala Griven boleh juga nih gue jotos.

 Kemudian, abis games-games seru, kita makan malam. Makannya enak juga, loh. Nih suasananya:
Pisangnya cantik sekali. Warnanya kuning lagi, hmmph.

Emily (yang putih): Gile! Pisangnya warna kuning cuy!
Akhirnya makan jugaaa

Jose: Mau ngupil, tapi gengsi. Ntaran aja dah.

 Setelah puas makan malam, kita dengerin pembelajaran gitu dari suster. Tentang orang muda, orang tua, dan lain-lain. Orang tua membutuhkan orang muda, dan begitu pula sebaliknya. :))

Setelah itu, gue dan teman-teman naik ke atas untuk doa malam. Dan, akhirnya, hari pertama ret-ret sudah resmi berakhir.

Berakhir dengan ratusan pasang mata yang mengatup dengan tenang.

Day 2
Gue dibangunkan dengan teriakan seorang cewek dari berbagai macam kamar. "WOI BANGUN!!! UDAH PAGI!!", teriaknya dengan cukup lantang.

Gue nyaris jatoh guling-guling dari tempat tidur. Gue menyibak jendela kamar gue untuk memastikan. Langit gelap masih belum benajak. Masa udah setengah enam?

Tanpa pikir panjang, gue membangunkan room-mate gue, si Patricia, sang elang.

"PAT BANGUN!!!", kata gue sambil mengguncang-guncang tubuhnya.

Patricia merem melek sebentar dan kemudian menjawab, "IYA!!"

Dan setelah itu, gue keluar dari kamar dan bertanya pada orang yang lewat, "Eh, udah jem berapa sih?"

"Jam 4 kurang."

"Mati gue, Patricia pasti bakal menyiksa gue habis-habisan. Baru jem 4 kurang udah gue bangunin. ah, bodo amat. Gue ini coool.", kata gue (dalam hati)

Dan setelah si Patricia menyerocosi gue, kita berdua pergi mandi. (Tentu saja di kamar mandi yang berbeda.)

Setelah semuanya selesai mandi, kita berdoa pagi ditempat yang sama waktu gue dan teman-teman doa malam. Setelah doa pagi, MAKAN PAGIIII!!!

Karena makan pagi gak ada fotonya, jadi pasrahkan saja. Makan paginya kayak ayam gitu ya kalo gak salah, sih. Terus suasananya hampir sama kayak makan malam. Uh, gue emang unyu. (jadi gila tiba-tiba)

Sehabis makan pagi, gue dan teman-teman dikasih pengarahan tentang game hari ini.

Game hari kedua adalah....... #tobecontinued <----------- biar berkesan misterius, padahal enggak.

Oke, gak jadi to be continued. #yahgakserulolin

Jadi, game pertama hari ini adalah, suruh buat lingkaran dari satu kertas. Ya, satu kertas. Lingkaran itu harus nyambung dan gak boleh putus. Alat untuk membuat cuma gunting dan kertas.
Enggak. Gak ada batu, kok. Tenang aja.


Proses pembuatan lingkaran ajaib


Kelompok gue sedang berusaha untuk masuk ke lingkaran super-mini.
Yah, begitulah. Tapi, akhirnya masuk juga lho!!!

Ohya, di foto itu tadi, ada suster Agnes lho :3

Nilai-nilai yang gue dapatkan: kesabaran, ketelitian, kekompakan, dan gue harus kurus setelah pulang ret-ret.

Yang terakhir abaikan saja.

Setelah ada game itu, gue dan teman-teman disuguhi snack yang yummy. Terus, abis snack kita balik lagi buat ngedapetin tugas yang lebih seruuuu lagi.

Tugas yang pertama adalah: gue dan teman-teman disuruh nyari sesuatu (barang) yang bisa dijadiin lambang kelompok. Kelompok gue memilih daun. Gak gitu tau daun apaan.

Kelompok Musa!!! *injek injek tanah*
Perhatiin gak? Cuma gue loh yang pake sepatu. Uh, gue merasa unyu. *mulai lagi gebleknya*

Itu gambar kelompok gue yang lagi berdiskusi tentang apa alasan yang membuat kita memilih sebuah daun panjang dan hanya bertulang lurus. Terus, kita juga harus jawab pertanyaan, yang nantinya bakal di"presentasiin".

Kalo gak salah artinya adalah, kita harus berjalan lurus. Terus selanjutnya gue lupa.

Setelah itu presentasi, deh! Pas kelompok gue presentasi, gak difotoiin sama pak Poer, jadi gue kasih foto kelompok yang lain aja, oke:

Kelompok Maria sedang beraksi

Oke, setelah itu kita masih ada game lagi yang sayangnya juga gak di foto. -__-

Jadi, semua kelompok disuruh berbaris. Terus, dibagiin alkitab. Disuruh baca. Gue gak tau buat apaan. Akhirnya, dibaca deh.

Abis baca, kelompok gue disuruh baris memanjang ke belakang. Terus tau-tau si suster iket tali, supaya kita ber8 tetep nyambung. Nah, setelah itu, kita disuruh cari amplop buat tantangannya. Nah, jalannya susah banget.Harus diseret-seret. Susah banget.

Setelah teriak-teriak gara-gara kelabakan udah hampir ketemu amplopnya, kita balik ke aula. Dan menusun kata. Yang kira-kira kalimatnya begini:

"Kita patut bersukacita dan bergembira karena adikmu telah mati dan menjadi hidup kembali, ia telah hilang dan didapat kembali." -Luk15:32

Setelah itu, kita makan siang lagi!! :9

Setelah makan siang, kayak dikasih pengarahan tentang game outdoor. Nah, ini nih yang paling seru! Tapi, kurang seru, karena gak ada air. T__T

Game outdoor pertama adalah: mindahin karet gelang. Kayak biasalah, dari belakang ke depan mindahin karet gelang pake sedotan. 

Terus game kedua, adalah salah satu dari kelompok gue, yang waktu itu adalah Elvan, sang VVOTA. Tapi, karena dia gagal terus, diganti jadi Glenn, The Master Junior. 

Nah si Glenn ini akan memakan topi kerucut yang ujungnya harus nyantol sama cantolan yang ada di atas tali. Susah banget, bro. Caranya gimana? Diberi instruksi sama anggota kelompok. 

Tapi, karena si The Master junior ini lupa caranya sulap, jadi diganti deh. Orang yang memakai topi kerucut adalah Elicia. Dan, berhasil beybehhhh!!!

Nah, selanjutnya, kita disuruh mindahin balon dari ember ke ember lain. Pake pipa gitu. Nih fotonya:
 
Emily: Gue hebat, ya. Bisa mindahin ginian sambil joget. Yeah beybehh

 
Carissa (yg baju ijo): Sus, ini balonnya boleh dimakan? Suster bisa liat kan? Saya kurang gizi.
Susah loh mindahinnya. Dan yang keempat adalah, game niupin aqua gelas. Ini juga susah. Napas gue hampir habis, gila. Seruuuuuuu!!!


Nih foto-fotonya:
Jeff: Aduh, jadi kebelet poop.

Kelly: enak juga nih, aqua gelasnya.

Kenny: AAAAAAAAOOOOOOO!!! Ah, yang penting mangap.

Vania: Ish! Kok gak jalan-jalan sih? Udah bibir seksi begini juga.

Neysa: Kayaknya enak nih buat dimakan.

Nah, game yang terakhir adalah, kita semua disuruh baris memanjang sambil duduk. Dari belakang, dikirimin sebuah pipa besar yang isinya balon isi air 2 biji. Kayak gini:

Liat gak di situ ada pipa gede? Nah, dalemnya balon isi aer. 

Ngeksis dulu, bro.
Gue unyu, ya di foto itu. HEHEHEHE.

Proses pemberian balon
Setelah itu, game selesai!

Terus mandi-snacksore-games.

Gamesnya disuruh gambar muka temen masing-masing. Gambar gue jelek parah. LOLLLL.

Nah, abis gambar-gambar, terjadi hal yang mengubah status gue menjadi artis mendadak. TEBAK!


Semua orang disuruh ngebuat doa sama sesuatu yang sulit dikatakan buat orang tua. Dan entah kenapa, dengan hanya menulis, gue bisa-bisanya nangis. Dan, karena gue nangis, semua orang jadi nanyaiin kenapa gue bisa nangis saat nulis doa dll. 

Suasana nulis doa. Tuh, gue lagi nangis di belakang si jaket merah.
Nah, abis nulis renungan, kita makan malem. Terus abis makan malem, kita kayak dikasih slide show gitu sama Suster. Tentang betapa uniknya diriku. 

Nah, setelah itu baru nangis kombo. Mau gue ceritaiin detailnya? Initnya sih, gue nangis sampe kejer. terus semua orang ketawaiin gue. yeay. Hmm, gak semua orang sih. Tapi ada sebagian orang juga yang gak nangis denger renungan, tapi malah ketawa. Gak ngerti juga kenapa bisa kayak gitu.

Terus tidur deh sampe pagi.

Day3
Paginya, gue mandi, terus doa pagi. Terus abis doa pagi, makan pagi. Abis makan pagi dikasih slide show gitu, tentang "HARUSKAH KITA MENGGERUTU?"

Tentu saja, tidak. Masih banyak orang yang lebih menderita dari apa yang kita alami. Jadi, kita gak boleh menggerutu. Intinya gitu.

Terus, seinget gue kita disuruh nulis doa buat orang tua dan gilanya, bakal dikirimin!


Gue gak nangis, kok. HEHEHE.

Terus, abis itu snack siang, kemudian misa, terus makan siang, daan...

PULANG!
 


Thanks for the all memories you've been share Rumah retret St. Lidwina! What an unforgetable moment you made for me and others! :))

NB:
BIG THANKS to Neysa Agustina for the lovely and amazing photos. :))
Gak kalah THANKS BERAT buat orang-orang yang ada di foto diatas. Without you, this post might not be ISTIMEWA. YOU ALL ARE ROCKSSSSS!

Love in SILENCE

HALO! HALO! HALOOOOOO!!!!! *sambil monyong-monyong*

Oke, gue amnesia.

Siapa gue sebenarnya?
Dimana gue sekarang?
Mengapa gue bisa ada di sini?
Kapan gue bertengger di sini?
Bagaimana bisa gue di sini?
Berapa harga cabai bulan ini?

Pertanyaan diatas adalah 5W+1H.

Oke, karena gue sudah laaaaaaaaaaaaaaaamaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa gak update blog yang membingungkan ini, gue akan memberi tahu kalian sesuatu yang mungkin sama sekali (gak) penting, juga sesuatu yang (gak) akan merubah hidup kalian. Oke? Oke dong.

Jadi, sekarang gue udah kelas 9. Gue udah 14 tahun (oke, yang ini emang paling penting.) Sekarang, gue ikut jurnalistik di sekolah. Terus, yang sangat-sangat-sangat-sangat-sangat penting: gue masih jadi cewek, (dan masih jomblo.) Yeay.

Oke, itu aja sih informasinya. Untuk informasi lebih lanjut, silahkan hubungi sekretaris saya. Saya tidak punya sekretaris. #LAAH

Oke, oke. Sebenernya, akhir-akhir ini gue suka gak jelas. Jadi ceritanya.....

Ceritanya..

Ceritanya..

Ceritanya..

Ceritanya..

Lin, sebenernya lo ini bikin orang penasaran atau bikin orang jadi kesel?

Oke. Sebenernya, gue agak takut nge-post hal beginian di blog. Tapi, mungkin sebagai awal, ya.

HEE! APA YANG KALIAN PIKIRKAN TENTANG HAL BEGINIAN DI BLOG, HAH?!?

Oke, gue akan memulai. Yah, lo tau sendiri, kalo gue mau cerita sesuatu pasti berlete-lete. Eh, berlele-lele, eh, bertele-tele maksudnya.

Gue akan mengungkapkannya.

Jadi gini, gue semacam punya hmm, apa sih bilangnya? Ya, itu. Apa? ya, keras. Eh, crush. Jangan menganggap gue gak pernah suka sama orang, oke. Jangan pernah.

Sekitar 2 tahun yang lalu, gue mengalami, hmm.. apa namanya? Love at the frist sight. Jadi...

Tunggu.

Kenapa gue jadi suka amnesia gini. Oke, lupakan.

Jadi, ceritanya yah, gue tiba-tiba suka aja gitu sama tuh orang.Cuma karena dia pernah minjem serutan gue dan nanya sesuatu yang gak penting. Sounds weird. Tapi, gue merasakannya sendiri.

Dan sejak dua tahun yang lalu sampai sekarang, gue masih belom bisa move on dari tuh anak. Dan yang paling gue bingungin adalah, kenapa susah banget move on dari cowok yang bahkan gak pernah ngobrol santai sama kita, yang bahkan mungkin sudah lupa nama kita. Jangankan nama, mungkin kalo kita lagi stick arround juga dia gak peduli-peduli amat. Ha.

Kejam? Enggak.

Sampai suatu hari, dia pacaran sama cewek. Cemburu? Ya... gimana? Mau cemburu gak ada hak, mau marah juga gak ada hak. Mau gak setuju juga gak ada hak. Intinya, gue gak berhak ngapa-ngapaiin karena, dia menganggap gue bukan siapa-siapa dia. Ha.

Beginilah penderitaan orang yang jatuh cinta diam-diam. Mereka hanya bisa memandang dari jauh betapa bahagianya si 'dia' dengan orang lain.

dan

Betapa gak pedulinya dia sama kita.

Nyesek? enggak.

Jatuh cinta diam-diam cuma perlu satu orang. Yaitu, gue sendiri. Egois, memang. Tapi, gue menikmatinya. Selama gue masih dibawah umur, suka sama orang diem-diem itu masih wajar.

Masih banyak kejutan yang menantimu.

Saturday, July 6, 2013

Everything "always" happens for a Reason

Halo.

Kemaren ini gue bilang gue mau nge-post sesuatu, ya? Sorry, ya. Lo tau sendiri lah. Gue orang sibuk.


Sibuk jadi orang bosen.

Nah, sorry ya gue baru ngepost sekarang. Gak mau maafin gue? OKEH! Emang gue pikirin!

5 jam kemudian...

Sorry ya, gue minta maaf baget. Kemaren kemaren gue gak bisa nge-post karena komputer gue dibajak terus. Jadi, gue berharap kalian maafin gue. Please. Maafin gue ya? Gue tau kok gue salah besar. Jangan stop baca blog gue, ya? Please. Walaupun isinya butut dan kata orang mungkin cuma sampah, tapi baca aja, ya? Buka aja juga gak apa-apa kok. Ini kan blog halal. Hiks hiks hiks. Maafin gue ya? Gue udah dimaafin belom?

Lupaiin aja. Si Ailin emang suka dramatis gitu. Ya, baisalah mau jadi aktor tapi gak kesampean.

LUPAIIN AJA. *jadi normal kemabli*

Kok gue gaje bener ya. *pukul pukul kepala*

Mari kita mulai zajah. Gue mau mengaku... bahwa sebenarnya gue adalah emak-emak di iklan mie sedap soto ayam atau kari ayam atau yang berhubungan dengan ayam gue kagak tau namanya apaan.

Udah cukup kesel liat gue bertele-tele? Udah? Belom?

Gue mulai aja, ya. *cia elah* *ini kenapa jadi pake basa-basi begini* *biasanya juga begini, ya?* *oh*

KOK GUE GAJE AMAT SIH.

Heh, udah deh. Jadi gini, banyak hal terjadi di lingkungan sekitar gue. Dan gue mulai mual mendengarkan hal-hal berbau bencana alam. Kayak misalnya kemarin baru terjadi gempa di Aceh, kan?

Dan kemaren... kebakaran menyerang tetangga gue. How great. Oke, kebakarannya emang gak parah. 1 rumah "doang" tapi, you-know-what ada 2 orang meninggal. 1 orang lagi kritis di rumah sakit.

Jadi, gini kronologinya.

Sekitar pukul jam setengah 4, gue dibagunkan karena kaki gue kram tiba-tiba. Dan itu menyebabkan gue harus tahan sakit, tapi gue tetep gak bisa tidur.

Setengah jam kemudian, seseorang berteriak, gue gak tau dia persisnya teriakin apa, yang pasti dia teriak "KEBAKARANNNN!!! TOLONGGGG!!" sambil ngebaca beberapa ayat juga yang gue gak ngerti artinya apa.

Emak gue kaget. Gue juga kaget. Gue keluar pintu, dan seketika kram gue sembuh. Semua orang di rumah gue kaget. Dan gue takut.

Kenapa gue takut? Sepanjang kebakaran itu terjadi, gue merinding. Oke, pertama rumah gue pernah kebakaran juga. Tapi, gue gak tau persisnya gimana, gue masih unyu waktu itu. Sekitar umur 1tahun jalan ke 2 tahun. Dan gue gak inget apa-apa yang terjadi.

Dan penyebab kebakaran itu adalah.... korsleting listrik. Banyak yang bilang dia lagi masak terus ditinggal lah, dan lain-lain. Tapi yang pasti, ada listrik yang korslet. (jadi, hati-hati, ya kalau pakai listrik!)

Lebih mirirnya lagi, waktu semua orang sudah mengira semua orang yang ada di dalam rumah udah keluar, kenyataanya ada 3 orang yang masih di kamar. Dan asep dari korsleting listrik itu sangat berbahaya. Mennyebabkan kematian.

Pas 3 orang udah dikeluarin, mulut mereka semua berbusa. 3-3nya satu keluarga. emak-bapak-anak. Bapak sama anaknya udah meninggal. Emaknya masih di rumah sakit. Udah agak baikkan, tinggal tunggu sadar.

Udah sih itu aja.

Tapi... lo bisa bayangin gak, sih? Gimana rasanya jadi seorang cewek yang ditinggal suami sama anaknya meninggal gitu aja? Oke, gue masih 14 tahun. Gue tahu itu.

Jadi, gue minta tolong lo bayangin aja. Bayangin aja, ya. Ini amit-amit loh, ya.

Suatu hari lo lagi tidur di kamar lo dalam keadaan gelap, terus ada asep, terus tau-tau lo pingsan gak tau apa-apa lagi. Dan ketika lo bangun, suami sama anak lo udah gak ada. Apa, sih yang bakal lo rasaiin? Gue bahkan mual bayanginnya. Beneran.

Gak terbayangkan, kan? Gue cuma mau kasih tau lo satu hal. Selain hati-hati kalo nyolok kabel. Oke.

Jangan sia-sia in waktu lo sama gadget gak penting lo itu. Oke, gadget emang penting. Tapi, yang beliin gadget lo itu lebih penting. Jadi habiskan waktu sebanyak-banyaknya sampai Tuhan memanggil mereka.

Terus, kalau lu lagi nitip makanan sama emak/bapak lo, jangan tungguiin makananya. Tungguin mereka. Makanannya nanti aja. Mereka lebih penting. Sering kali, kita lebih mentingin makanannya dari pada kepulangan nyokap/bokap ke rumah. Ya, kan?

Belom, gue belom selesai.

Kalian tahu quotes pasaran yang akan kalian sampaikan jika orang sedang dalam keadaan susah? "Everything happens for a reason." dan itu bener. Coba deh lo pikirin itu aja terus kalo lagi susah. Jangan salahin siapa-siapa. Lo boleh salahin diri lo sendiri. Tapi sesuatu terjadi karena sebuah alasan. Dan alasanya apa? Hanya Tuhan yang tahu. :)

Ini dia quotes dari legenda kita, Marilyn Monroe. ;)

Tuesday, July 2, 2013

Halo bulan Juli!

Agak aneh, ya. Liburan udah kayak orang suram begini, tau-tau udah bulan Juli aja.

Gue gak tau harus ngomong apa.

WAHAHAHAHA.

Agak dramatis gak, sih?

Gue cuma bingung aja sama orang-orang twitter. Setiap akhir bulan pasti ditulisin, "Goodbye June. Blablabla." dan awal bulan pasti banyak hestek #JulyWish bertebaran di timeline twitter gue. Oke, sebenernya itu gak menganggu gue sama sekali. Tapi, ritualnya aneh juga, ya. Gak aneh sih. Biar lebai aja gitu.

Besok gue post sesuatu, deh. Follow instagram gue ya. @thenailin. #promosi.

Yang gak follow..... Bodo amat. Kenal juga kagak. DADAHHHHH!

Semoga bulan juli makin indah dan berwarna dan gak suram dan matematika gue dapet bagus dan gue dibeliin coklat sama Sungha Jung dan gue mulai gaje sekarang.
Bye.

Sunday, June 30, 2013

Cuma Sesuatu

Halo semua. Gue bosen, loh. Terus gue bangga.

Bosen itu kadang nyebelin, ngeselin, dan aneh. Kenapa aneh? Ya, aneh aja. Suka-suka gue lah. *lah, nyolot*
Setelah gue baca di salah satu buku, yang kira-kira berbunyi, "Jangan sedih jadi bosen. Kadang, itu jadi hal berharga, loh." jadi, bosen itu salah satu luxury. Tadinya sih gue gak percaya. Mana mungkin bosen itu berharga? Lo kate barang ada harganya? *salah pengertian gini nih*

Setelah 2 menit berpikir, akhirnya gue ngerti maksudnya. *mulut bentuk huruf O*

Tunggu-tunggu, gue telmi juga, ya. *LAH* *baru nyadar setelah sekian lama* *penting gak sih*

Problema para remaja jaman sekarang pada waktu liburan yang kedua selain galau, adalah bosen. (menurut gue ya.) Dan mereka kalo bosen biasanya akan protes dan ngetweet dan nulis status dan nangis dan otomatis galau. Gak tau juga apa hubungannya. 

Dan kenapa jadi bosen itu berharga? 

Jadi bosen itu, biasanya lu gak ngelakuiin apa-apa, kan? Nah, coba lu serap dalem-dalem. Kalo gak liburan dan gak bosen, gimana kita bisa istirahat dari banyaknya tugas dan banyaknya PR sekolah/kuliah/kerjaan/pr buat move on/dll? Pasti susah nyari waktu, kan? Dan makanya buatlah bosan itu jadi enjoyable. :)) hehehehe

Itu aja, sih. Kependekan? Bodo amat. Gue ini yang nulis. *lah nyolot*




Eh, ntar dulu. Gue masih dibolehin buka kompi nih. 


Gue mau ngomongin soal bahasa. Ya. Apaan tuh? Lo gak tau lagi? Yaudah gak jadi gue omongin, dah.


Ah elu, mah. Belagak tahu aja, ya.


Gue udah mikir soalnya.


Makasih.


Lo tau gue lagi ngomong apa? Bahasa Indonesia. Kenapa gue ngomong bahasa Indonesia? Bukan, gue biasa aja sama negara gue. Gue gak cinta dan gue juga gak benci juga. Gue netral.


Jadi, kenapa gue ngomong bahasa Indonesia? Selain, skill bahasa Inggris gue kurang (cie ailin jujur nih yee), gue juga lebih nyaman pake bahasa Ibu. Enak aja dipake. Tiap hari ngomongnya bahasa Indonesia. Ya, kan?


Dan yang paling penting adalah, gue ingin membuat semua orang sadar kalo bahsa Inggris itu gak sekeren yang lo bayangin, bro.


Oke, kalo lo bisa dan selalu ngomong bahasa Inggris/bahasa apapun itu juga bukan berarti lo gak cinta Indonesia juga, ya. 


Sekarang coba deh lo pikir. Lagu-lagu cinta yang pake bahasa Inggris lo Indonesia-in. Misalnya lagunya Maroon 5 - Sunday Morning:
Inggrisnya gini: Sunday Morning, rain is falling.
Indonesiannya gini: Minggu pagi, hujan turun.


Simpel aja, kan?

Semua itu cuma soal bahasa. Bahasa masing-masing emang beda. Tapi, bahasa-bahasa itu tetep keren. Gak ada yang harus dibedaiin, dibandingin, dicela, dihina.

Karena, pada dasarnya kita semua itu manusia. Beda, sih. Tapi, tetep bersatu, kan?

Hehehehe. Dramatis amat ya, gue?





Salam,
Theniarti Ailin

Monday, June 17, 2013

Akibat dari BOSAN

Halo para pemuda-pemudia Indonesia!!!!! *jadi Soekarno*

Jadi, gini. Gue udah denger lo semua ngomong, "Ah, ini pasti post gak penting. Ah, ini gak penting. Gak penting gak penting!!!!!! Hikssss!!! Aku gak bisa move on! :'(" Dan yang gue yakini, kalimat terakhir pasti bener. *senyum senyum pahit*

Oke. Berhubung gue bener-bener parah bosennya gue mau curhat dulu.

Yang pertama, gak ada orang yang mention gue <- penting banget beneran.

Yang kedua, ini lebih kronis. Pada disconnect gue di omegle. <- parah banget pentingnya.

Yang ketiga, ini juga kronis. Gue gak bisa move on.

Tunggu.

APA HUBUNGANNYA HAH?

Yaudah, lupakan.

Sedikit bercerita, gue udah selesai ulum. Jadi, bisa dibilang gue udah lumayan bebas. Kenapa gue gak bilang bebas sepenuhnya? Oke, gue hanya ingin bilang kalo hidup itu gak bebas, bro :') Hidup itu banyak cobaannya bro. Kalo lo belom mati berarti lo belom bebas. Itu sih prinsip gue.

Oke, Jadi....

 INI KENAPA ADA FILOSOFI-FILOSOFI SEGALA, HAH? SIAPA YANG BAJAK BLOG GUE?!?!?!?!?!?!?!?!?!?

Aduh, konsentrasi cyinnnn. Konsentrasi. Tarik napas... Hembuskan. Tarik napas.... Kembuskan... Tarik napas... Lah, kok tidur?

Lupaiin aja yang di atas.

Singkatnya gini.Gue kebosenan, kalo gue bosen gue sering ngelamun. Kalo gue ngelamun, pikiran gue gak mungkin kosong. Jadi, gue berimanjinasi. Sumpah, gue berterimakasih kalo lu relaiin waktu buat baca nih cerita. Thankyou banget udah baca!! *cium tangan yg baca* *anggep aja beneran*  oke mari mulaiiiii!!!

Wednesday, May 8, 2013

Matematika

Seorang ibu berteriak mengejar seorang pencuri

Tetapi, apa yang dilakukan pencuri itu?

Ia tidak terus berlari.

Ia berhenti.

Di satu sisi jalan,
dan membagikan hasil curiannya.

Kepada siapa?
Kepada orang yang bermuka cemong.

Siapa lagi kalau bukan, 
Para pengemis jalan.

Saya baru saja berpikir tentang hal itu. Apakah matematika mirip dengan hal itu? Terkadang, matematika membuat orang merasa depresi karenanya, namun bagi sebagian orang matematika adalah hal yang ditunggu.

Banyak orang menyatakan matematika tidak terlalu berguna. Saya-pun sependapat dengan orang-orang itu. Tetapi, saya juga menganggap matematika adalah hal yang berguna.

Apa gunanya? Memang, tidak berguna secara langsung. Tapi lihatlah di sisi yang lain.

Apa yang akan kamu butuhkan jika sedang mengerjakan masalah pada matematika? Otak dan logika.

Sadarkah kamu matematika dipakai untuk kehidupan kita di masa yang akan datang?

Matematika bisa digunakan secara tidak langsung untuk menyelesaikan masalah yang akan kita hadapi di kemudian hari. Dengan otak kita yang bekerja setiap mengerjakan soalnya, kita sudah terbiasa menyelesaikan masalah.

Terus terang, saya adalah pembenci nomor satu matematika. Saya tidak pernah suka matematika. Saya menganggap matematika hanya omong kosong belaka. Nilai saya selalu jelek di matematika. Dan saya tidak pernah melihat sisi positif dari matematika.

Dan sampai saya menulis post ini.... Nilai saya masih tetap jelek. Mungkin matematika tidak dapat membuat saya pintar atau apa.

I may not an intelligent people, but I am pretty sure I can use this brain with many other ways. :)